Menu

Mode Gelap
YBM BRILiaN dan LKC Dompet Dhuafa Aceh Perkuat Keberlanjutan Program Bidan untuk Negeri, Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat Sabang Amsakar Lantik Panglima Sambang Kota Batam, Ajak Organisasi Adat Perkuat Persatuan Erlita Amsakar Tekankan Literasi Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sagulung Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya Pemko Batam Tegaskan RT dan RW Bukan Petugas Pendataan dan Pemungutan Pajak PMII Batam Gelar Pawai Hari Anak Nasional, Serahkan Rapor Merah untuk Pemko dan DPRD Kota Batam

Kepri

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

badge-check


					Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyaksikan petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 menempelkan stiker di kediamannya di Jalan Peralatan, Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). Gubernur Ansar menjadi responden perdana sensus yang akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyaksikan petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 menempelkan stiker di kediamannya di Jalan Peralatan, Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). Gubernur Ansar menjadi responden perdana sensus yang akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Maklumatkepri.com. Dompak- Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Kepulauan Riau dimulai hari ini, Senin (15/6/2026). Kegiatan pendataan berskala nasional yang bertujuan memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha ini akan dilaksanakan hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

Adalah Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang menjadi responden perdana di Provinsi Kepulauan Riau. Pendataan dilaksanakan oleh petugas lapangan di kediaman pribadi Gubernur Ansar di Jalan Peralatan Tanjungpinang. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, beserta jajaran turut hadir dalam pendataan tersebut.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

“Yang didata bukan hanya unit usaha, tetapi juga rumah tangga. Dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat umum, seluruh pelaku ekonomi di Kepulauan Riau dan Indonesia akan menjadi bagian dari pendataan ini,” ujar Toto.

Menurutnya, BPS sebelumnya memiliki direktori sekitar 197 ribu unit usaha di Kepulauan Riau. Namun, melalui Sensus Ekonomi 2026, data tersebut akan diperbarui untuk mengetahui kondisi terkini serta jumlah usaha yang masih aktif beroperasi.

“Mulai dari usaha rumah tangga, usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar akan menjadi sasaran pendataan. Termasuk masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS telah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi pengawasan. Salah satunya melalui dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja petugas lapangan secara real time.

Selain itu, BPS juga menggunakan aplikasi berbasis digital bernama FASIH dalam proses pendataan. Melalui aplikasi tersebut, seluruh data yang dikumpulkan petugas dapat dipantau secara langsung sehingga kualitas dan progres pekerjaan dapat terukur dengan baik.

“Dari aplikasi itu kami dapat melihat capaian target pendataan sekaligus memantau kualitas data yang masuk dari lapangan,” kata Toto.

Petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 mewawancarai Gubernur Ansar Ahmad di KEDIAMANNYA. Pendataan turut dihadiri Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga.

BPS Kepri juga menerapkan inovasi SPSS atau Satu Pegawai Satu SLS (Satuan Lingkungan Setempat). Melalui program tersebut, setiap pegawai BPS diberikan tanggung jawab untuk mengawal dan memantau satu wilayah tertentu guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai target.

“Beban pekerjaan tidak hanya berada pada petugas mitra di lapangan, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pegawai BPS yang ikut melakukan pengawasan dan pendampingan,” tambahnya.

Setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026.

Gubernur Ansar Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap.

Menurut Ansar, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Terimalah petugas sensus yang datang dan berikan data yang benar serta lengkap, karena data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih baik bagi daerah dan masyarakat,” ujar Ansar.

Petugas Sensus Ekonomi 2026 akan melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan menyasar rumah tangga dan berbagai jenis usaha di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi potret kondisi ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan nasional yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Ghaza

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

43 OPD Pemprov Kepri Rampungkan Bimtek e-Monev KIP 2026, Komitmen Pimpinan Kunci Utama Capaian Predikat Informatif

31 Juli 2026 - 11:11 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda

29 Juli 2026 - 23:21 WIB

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Baru di Kota Batam, Gubernur Ansar Lakukan Peletakan Batu Pertama

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

Perwakilan Putra-Putri Terbaik Kepri Siap Harumkan Daerah di Paskibraka Nasional 2026

13 Juli 2026 - 14:20 WIB

Trending di Kepri