Menu

Mode Gelap
PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen Koopsudnas Gelar Latihan Force Down di Batam, Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Wamenkes II Tinjau CKG Terintegrasi Skrining TBC di Tanjungpinang

Kepri

Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Ditarget Diresmikan pada 100 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda

badge-check


					Visual Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. (Sumber: Dinas PUPP Kepulauan Riau) Perbesar

Visual Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. (Sumber: Dinas PUPP Kepulauan Riau)

Maklumatkepri.com. Dompak- Peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat direncanakan akan dilaksanakan awal Agustus 2026 dan diitarget dapat diresmikan tepat pada 100 tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2028.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di sela kegiatan Penyengat Heritage 2026, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia di Pulau Penyengat saat ini telah memasuki tahap persiapan akhir. Berdasarkan hasil perhitungan dan review awal bersama BPKP, pemerintah menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026.

“Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini,” ujarnya.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun, dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan menjadi simbol pengakuan nasional terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“Insyaallah selesai pada akhir 2027 dan pada tahun 2028, bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda, mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu,” katanya.

Ansar menegaskan bahwa jejak pemikiran Raja Ali Haji dan warisan kebahasaan Melayu telah mendapat pengakuan dunia. Terbukti dengan ditempatkannya patung Raja Ali Haji bersama 24 patung pahlawan literatur, penyair dan pemikir ternama dunia di Magtymgyly Pyragy Park di Turkmenistan.

“Salah satu dari 24 tokoh sastrawan dunia yang dibuatkan patungnya di Turkmenistan adalah Raja Ali Haji. Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa nama Pulau Penyengat semakin dikenal di tingkat internasional. Saat promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang banyak ditanyakan oleh calon wisatawan dan pelaku industri pariwisata.

“Karena itu kita harus terus mendorong agar Pulau Penyengat yang sebenarnya sudah mendunia ini menjadi semakin mendunia. Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional,” tutup Ansar.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Irkham MJ

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dewi Ansar Kunjungi Posyandu Melati II Bintan, Dorong Penguatan Pelayanan 6 Bidang SPM

11 September 2026 - 08:55 WIB

Pemprov Kepri dan Taspen Group Perkuat Komitmen Perlindungan ASN

10 September 2026 - 14:48 WIB

Gubernur Ansar Lantik Pejabat Eselon II dan III, Tekankan Integritas dan Kompetensi

10 September 2026 - 14:42 WIB

Gubernur Ansar Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Bahas FTZ, Distribusi Barang hingga Pariwisata Kepri

10 September 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Ansar Terima Kunjungan Kepala BKKBN Kepri, Perkuat Sinergi Program Kependudukan dan Keluarga

10 September 2026 - 09:40 WIB

Trending di Kepri