Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi Rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengevaluasi perkembangan inflasi bulan Juni 2026. Rakor dipimpin Wawako Raja Ariza didampingi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Elfiani Sandri. di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota, Rabu (29/7/2026).
Rakor turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Perwakilan Kodim 0315/Tanjungpinang, Polresta Tanjungpinang, Kejaksaan Negeri, Bulog Tanjungpinang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, BMKG RHF Tanjungpinang, Badan Karantina Indonesia, serta perangkat daerah dan lintas sektor terkait lainnya.

Wawako Tanjungpinang Raja Ariza memastikan pengendalian inflasi terus berjalan efektif. Aspek pengawasan harga barang dipasar harus berjalan dengan baik, mengingat kota Tanjungpinang bukan daerah penghasil, sehingga pasokan dari luar daerah sangat berpengaruh bagi Inflasi di Kota Tanjungpinang. Kekeringan dan cuaca ekstrem mengurangi hasil panen lokal maupun daerah pemasok utama, sehingga memicu kenaikan harga beras, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Kita harus memperkuat sinergi bersama dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi yang menjadi prioritas. Fenomena El Nino yang terjadi, kita harus pastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat serta daya beli masyarakat tetap terjaga, dengan begitu kita berharap agar inovasi yang implementatif seluruh jajaran TPID terus dilakukan secara efisien dan efektif”, tegas Raja Ariza.
Dari data BPS Kota Tanjungpinang menunjukkan perkembangan inflasi bulan Juni 2026 berdasarkan hasil pemantauan harga di lapangan bahwa Kota Tanjungpinang mengalami inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 4,95 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 110,83.
Selain itu, secara month to month (m-to-m), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 0,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara secara year to date (y-to-d), sejak Januari hingga Juni 2026 inflasi Kota Tanjungpinang tercatat sebesar 2,02 persen. Dengan demikian, menunjukkan bahwa laju inflasi untuk Kota Tanjungpinang sepanjang tahun masih terkendali.
Sementara itu, beberapa rekomendasi pengendalian inflasi juga disampaikan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Yanny. Ia menjelaskan harus adanya penguatan kolaborasi dan sinergi antar lembaga dan instasi yang terlibat dalam kegiatan Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kami menyarankan agar pemerintah daerah melakukan operasi pasar, gerakan pangan murah, dengan lokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional, agar bisa mempengaruhi harga yang menjadi sample inflasi. Selain pengendalian inflasi, hadirnya pasar murah juga dapat menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat,” harap Yanny.
Sumber: MC TPI
Editor : Redaksi












