Menu

Mode Gelap
Gandeng Bursa Efek Indonesia, Mahasiswa KKN UINSU Kenalkan Pasar Modal kepada Siswa SMP Simpang Empat Desa Budaya Lingga Guru, Pendidik Ruhani Murid FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia FKDT dan Pergerakan Komunitas Pendidikan Keagamaan Menuju Indonesia Hebat Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan

Batam

Waspada Godzilla El Nino! BMKG Batam Larang Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarang

badge-check


					Kebakaran lahan di Kota Batam, beberapa waktu yang lalu akibat cuaca panas. Cuaca Panas 33°C dan El Nino, BMKG Batam Keluarkan Peringatan Karhutla serta Larangan Bakar Lahan. Perbesar

Kebakaran lahan di Kota Batam, beberapa waktu yang lalu akibat cuaca panas. Cuaca Panas 33°C dan El Nino, BMKG Batam Keluarkan Peringatan Karhutla serta Larangan Bakar Lahan.

Maklumatkepri.com. Batam-Udara di Kota Batam dan sekitarnya akhir-akhir ini terasa semakin terik dan gerah. Kondisi cuaca yang panas dan kering ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam meningkatkan kewaspadaan. Ancaman yang paling diwaspadai adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, BMKG Batam sudah mengeluarkan peringatan tentang fenomena iklim El Nino dengan intensitas kuat, yang sering disebut Godzilla El Nino, yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia tahun ini.

Akibatnya, curah hujan semakin minim dan tutupan awan sangat sedikit. Suhu udara di Batam perlahan merangkak naik hingga mencapai 33 derajat Celsius.

Kondisi ini tidak hanya berisiko menyusutkan cadangan air di waduk, tetapi juga meningkatkan potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan.

Menghadapi situasi ini, Kepala BMKG Kota Batam yang diwakili oleh Forecaster BMKG, Riska, menyampaikan imbauan serius. Ia mengatakan lingkungan yang mengering saat ini membutuhkan pengawasan ekstra dan langkah antisipasi dari semua elemen masyarakat.

“Cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya akan membuat vegetasi atau lahan gambut di beberapa wilayah Kepri lebih mudah terbakar jika dipicu oleh aktivitas manusia,” ujar Riska, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, lahan gambut dan semak belukar yang terus-menerus terpapar panas matahari kini telah berubah menjadi bahan bakar alami yang sangat rentan tersulut api. BMKG menegaskan, penyebab utama karhutla seringkali berawal dari kelalaian dan aktivitas manusia yang dianggap sepele.

Untuk mencegah meluasnya titik api yang bisa memicu kabut asap, BMKG mengeluarkan larangan tegas. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di ruang terbuka.

“Untuk himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan: tidak membuka pembakaran lahan dan jangan buang puntung rokok atau benda yang mudah terbakar di semak atau area kering,” tegas Riska memperjelas imbauannya.

Dengan kondisi cuaca yang diprediksi masih akan didominasi panas dan gerah, BMKG berharap masyarakat Kepri, khususnya Batam, bisa meningkatkan kepedulian bersama. Kesadaran kolektif untuk tidak membakar lahan dan menghemat penggunaan air bersih dinilai sebagai kunci utama agar Batam terhindar dari krisis lingkungan selama puncak kemarau berlangsung. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Warga Diminta Gunakan Rute Alternatif

8 September 2026 - 18:19 WIB

Pererat Silaturahmi Dan Sinergi, Kepala Kantor Imigrasi Kerinci Kunjungi Kantor Imigrasi Belakang Padang

8 September 2026 - 13:01 WIB

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28%, Melampaui Kepri Dan Nasional

8 September 2026 - 12:44 WIB

PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Batam Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

8 September 2026 - 12:30 WIB

Pererat Silaturahmi, Panglima Sulung LMB Kepri Kota Batam Kunjungi HULUBALANG Kecamatan Batu Ampar

8 September 2026 - 07:58 WIB

Trending di Batam