Menu

Mode Gelap
Gubernur Ansar Pimpin Rapat Persiapan Tour de Bintan 2026 Tour de Bintan 2026 Targetkan 700 Pembalap Sepeda Internasional Dua Event Pariwisata Unggulan Kepri 2026, Kemilau Nusantara dan Penyengat Heritage Siap Digelar Hadapi Risiko Bencana, Pemko Batam Siapkan Infrastruktur dan SDM Tangguh Amsakar Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Terealisasi Rp4,14 Triliun Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Kepri

Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya

badge-check


					Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya Perbesar

MaklumatKepri.com, Lingga – Temuan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, ternyata tidak berdiri sendiri. Limbah serupa juga ditemukan di tiga pantai lain di wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan karung-karung dengan ciri yang sama ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang, selain di Pantai Dungun.
“Selain di Pantai Dungun, karung yang diduga berisi limbah B3 juga ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (9/2).

Arif menjelaskan, hingga saat ini karung yang berhasil diamankan baru berada di kawasan Pantai Dungun. Proses pengamanan dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga.
“Yang baru bisa kami amankan sementara ini baru di Pantai Dungun, itu pun belum semuanya. Masih banyak karung yang berserakan di pantai lain,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah karung yang terdampar di empat pantai tersebut mencapai lebih dari 100 karung. Sebagian di antaranya bahkan dilaporkan sudah pecah dan rusak akibat terbentur batu karang.
“Kalau kami perkirakan, totalnya bisa lebih dari 100 karung. Ada juga yang sudah pecah karena terkena batu karang,” tambah Arif.

Ia mengakui, proses evakuasi seluruh karung tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah desa, kata dia, tidak memiliki dana operasional untuk menyewa alat berat atau kendaraan khusus guna memindahkan karung ke lokasi yang aman.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk operasional pengangkutan. Warga bisa membantu mengumpulkan di tepi pantai, tetapi untuk membawa ke tempat aman tetap membutuhkan alat dan biaya,” ungkapnya.

Meski kondisi perairan saat ini masih terpantau normal, masyarakat berharap penanganan segera dilakukan agar limbah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem laut dan aktivitas warga pesisir.

“Kami berharap karung-karung ini bisa segera diamankan agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkas Arif.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Pimpin Rapat Persiapan Tour de Bintan 2026

10 Juni 2026 - 16:42 WIB

Tour de Bintan 2026 Targetkan 700 Pembalap Sepeda Internasional

10 Juni 2026 - 16:31 WIB

Dua Event Pariwisata Unggulan Kepri 2026, Kemilau Nusantara dan Penyengat Heritage Siap Digelar

10 Juni 2026 - 16:18 WIB

570 CPNS Kepri Lulus Pelatihan Dasar Tahun 2026, Siap Mengabdi untuk Masyarakat

9 Juni 2026 - 21:49 WIB

Wagub Nyanyang: Perkembangan Industri Harus Diimbangi dengan Sistem Perlindungan Tenaga Kerja yang Kuat

9 Juni 2026 - 21:40 WIB

Trending di Kepri