Menu

Mode Gelap
Kabut Asap Melanda Batam, Warga Diminta Waspada dan Kurangi Aktivitas di Luar Gelorakan Semangat Keteladanan Rasulullah, KKN Kelompok II UINSU 2026 Semarakkan Maulid Nabi di Desa Budaya Lingga, Tebarkan Dakwah dan Kepedulian bagi Yatim, Piatu, serta Kaum Dhuafa. Mahasiswa/i KKN Kelompok II UINSU Dorong UMKM Desa Budaya Lingga Naik Kelas melalui QRIS dan Rebranding Terong “Bre Tepu” Menjaga Generasi, Menjemput Masa Depan: KKN Kelompok II UINSU 2026 Gaungkan Gerakan Cegah Stunting di Desa Budaya Lingga Aktif Di BRICS, Ketua Umum PB PII AMSAL : Langkahnya Presiden Probowo Tepat dan Strategis KETUM LAM BATAM MINTA SEMUA PIHAK UNTUK DAPAT MENAHAN DIRI DAN MENJAGA BATAM TETAP AMAN, DAMAI DAN KONDUSIF

Kepri

Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya

badge-check


					Selain Pantai Dungun, Karung Diduga Berisi Limbah B3 Juga Ditemukan di Tiga Pantai Lainnya Perbesar

MaklumatKepri.com, Lingga – Temuan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pantai Dungun, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, ternyata tidak berdiri sendiri. Limbah serupa juga ditemukan di tiga pantai lain di wilayah desa tersebut.

Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan karung-karung dengan ciri yang sama ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang, selain di Pantai Dungun.
“Selain di Pantai Dungun, karung yang diduga berisi limbah B3 juga ditemukan di Pantai Karang Batu, Pantai Laboh Ujung, dan Pantai Bokelang,” kata Arif saat dikonfirmasi, Senin (9/2).

Arif menjelaskan, hingga saat ini karung yang berhasil diamankan baru berada di kawasan Pantai Dungun. Proses pengamanan dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga.
“Yang baru bisa kami amankan sementara ini baru di Pantai Dungun, itu pun belum semuanya. Masih banyak karung yang berserakan di pantai lain,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah karung yang terdampar di empat pantai tersebut mencapai lebih dari 100 karung. Sebagian di antaranya bahkan dilaporkan sudah pecah dan rusak akibat terbentur batu karang.
“Kalau kami perkirakan, totalnya bisa lebih dari 100 karung. Ada juga yang sudah pecah karena terkena batu karang,” tambah Arif.

Ia mengakui, proses evakuasi seluruh karung tersebut terkendala keterbatasan anggaran. Pemerintah desa, kata dia, tidak memiliki dana operasional untuk menyewa alat berat atau kendaraan khusus guna memindahkan karung ke lokasi yang aman.

“Kami tidak memiliki anggaran untuk operasional pengangkutan. Warga bisa membantu mengumpulkan di tepi pantai, tetapi untuk membawa ke tempat aman tetap membutuhkan alat dan biaya,” ungkapnya.

Meski kondisi perairan saat ini masih terpantau normal, masyarakat berharap penanganan segera dilakukan agar limbah tersebut tidak menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem laut dan aktivitas warga pesisir.

“Kami berharap karung-karung ini bisa segera diamankan agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkas Arif.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamenkes II RI Tinjau Posyandu di Tanjungpinang, Sosialisasikan Program CKG bagi Lansia

12 September 2026 - 00:42 WIB

Gubernur Ansar Dorong Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis

12 September 2026 - 00:06 WIB

Kemenkes Dorong Percepatan Penemuan Kasus TBC di Kepulauan Riau, 10 Unit X-Ray Disiapkan untuk Perkuat Deteksi Dini

12 September 2026 - 00:00 WIB

Dialog di RRI Tanjungpinang, Hendri Kurniadi Tekankan Pentingnya Literasi Digital Bagi Masyarakat

11 September 2026 - 22:14 WIB

Dewi Ansar: Fokus Posyandu Bukan Cuma Kesehatan, Tapi Mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal

11 September 2026 - 22:11 WIB

Trending di Kepri