Maklumatkepri.com. Batubara-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Dewi Sri UIN Sumatera Utara Medan menggelar program “Sosialisasi, Pendampingan, dan Pencetakan QRIS bagi UMKM” di Desa Dewi Sri, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa untuk memperkenalkan sekaligus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital.
Program ini dilaksanakan melihat masih adanya pelaku UMKM di Desa Dewi Sri yang belum familiar dengan pembayaran menggunakan QRIS. Bagi sebagian pelaku usaha, transaksi tunai masih menjadi pilihan utama sehingga pemanfaatan sistem pembayaran digital belum menjadi bagian dari kegiatan usaha sehari-hari.

Tidak hanya memberikan penjelasan, mahasiswa KKN Desa Dewi Sri melakukan sosialisasi secara langsung dari satu UMKM ke UMKM lainnya. Anggota kelompok dibagi menjadi lima tim untuk mendata sekaligus menjangkau pelaku usaha di wilayah Desa Dewi Sri.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperkenalkan QRIS kepada pemilik usaha, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara penggunaannya sebagai metode pembayaran digital. Pendekatan secara langsung dilakukan agar pelaku UMKM dapat memperoleh pemahaman yang lebih mudah sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.

Bagi pelaku usaha yang tertarik, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan QRIS menggunakan aplikasi DANA. Mahasiswa mendampingi proses tersebut secara bertahap sehingga pelaku UMKM tidak hanya mengetahui manfaat QRIS, tetapi juga dapat mencoba secara langsung proses pembuatannya.
Dari 8 pelaku UMKM yang mendapatkan sosialisasi, respons yang diberikan cukup beragam. Sebagian pelaku usaha tertarik untuk mencoba pembayaran digital, sementara sebagian lainnya masih memilih menggunakan transaksi tunai karena menganggap QRIS belum menjadi kebutuhan utama.
Keraguan terhadap sistem perbankan dan pembayaran digital serta belum sepenuhnya memahami cara kerja QRIS juga menjadi salah satu pertimbangan bagi beberapa pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses digitalisasi UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pengenalan teknologi, tetapi juga pemahaman dan pendampingan agar pelaku usaha merasa lebih yakin untuk menggunakannya.
Dari 8 UMKM yang ditemui, sebanyak lima pelaku usaha akhirnya memilih melanjutkan ke tahap pembuatan QRIS. Mahasiswa KKN Desa Dewi Sri kemudian memberikan pendampingan hingga proses pembuatan QRIS selesai.
Setelah QRIS berhasil dibuat, mahasiswa mencetak dan menyerahkannya kepada masing-masing pelaku usaha untuk dapat digunakan dalam transaksi di tempat usaha. Dengan demikian, pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan pembayaran tunai kini memiliki alternatif pembayaran digital yang dapat ditawarkan kepada pelanggan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa proses digitalisasi UMKM tidak selalu berlangsung dalam satu tahap. Bagi sebagian pelaku usaha, keputusan untuk menggunakan pembayaran digital membutuhkan pemahaman, kepercayaan, serta keberanian untuk mencoba sistem yang sebelumnya belum familiar.

Dalam hal ini, mahasiswa KKN Desa Dewi Sri tidak hanya berperan dalam membantu proses teknis pembuatan QRIS, tetapi juga menjadi fasilitator yang menjembatani pelaku UMKM dengan perkembangan sistem pembayaran digital. Pendekatan langsung diharapkan dapat membuat proses pengenalan teknologi terasa lebih mudah bagi pelaku usaha.
Melalui program tersebut, KKN Desa Dewi Sri turut mendorong pelaku UMKM Desa Dewi Sri untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan transaksi di era digital. Lima QRIS yang berhasil dibuat menjadi salah satu langkah awal bagi pelaku usaha untuk memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan.
Meskipun jumlahnya masih terbatas, setiap QRIS yang berhasil dibuat diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang kompleks, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pelaku UMKM.
KKN Desa Dewi Sri berharap pendampingan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Desa Dewi Sri dalam menjalankan kegiatan usaha sehari-hari. Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat.
Dari uang tunai menuju satu kali pemindaian, program ini menjadi langkah kecil KKN Desa Dewi Sri dalam memperkenalkan digitalisasi kepada pelaku UMKM. Melalui satu QRIS dan keberanian untuk mencoba, pelaku usaha Desa Dewi Sri diharapkan dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan transaksi di era digital.
Penulis: Ade Kurniawan
Editor : Redaksi












