Menu

Mode Gelap
Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026 HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

Jabar

“Sepatu Laras di Leher Siswa: Aktivis Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, Menuntut Keadilan Tanpa Tapi!”

badge-check


					“Sepatu Laras di Leher Siswa: Aktivis Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, Menuntut Keadilan Tanpa Tapi!” Perbesar

MaklumatKepri.com, Banjar-Anggota BEM PTNU Kota Banjar, Sandi Mardiana Putra, mengecam keras dugaan tindakan represif oknum anggota Brimob Polda Maluku yang mengakibatkan tewasnya seorang siswa di Tual. Melalui keterangannya, Sandi menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencoreng institusi Polri.
Poin-Poin Tuntutan:
1. Usut Tuntas Tanpa Kompromi: Sandi mendesak Kapolri untuk mengambil langkah tegas. “Kita tidak butuh sekadar kata maaf atau sanksi etik. Kita butuh keadilan pidana yang transparan bagi korban dan keluarganya,” tegas Sandi.
2. Evaluasi Penggunaan Kekuatan: Tragedi ini menunjukkan adanya lubang besar dalam SOP penggunaan kekuatan oleh aparat di lapangan. Institusi Polri harus dievaluasi secara menyeluruh agar senjata dan seragam tidak digunakan untuk menindas rakyat.
3. Reformasi Mentalitas Aparat: Sandi menyoroti pentingnya reformasi kultural di tubuh kepolisian. “Polisi itu pelindung, bukan algojo. Nyawa seorang siswa adalah masa depan bangsa yang tidak bisa digantikan dengan dalih apa pun.”
“Hari ini kita berduka, bukan hanya untuk korban di Tual, tapi untuk rasa aman yang semakin mahal di negeri ini. Jika hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke kawan sendiri, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik runtuh total.”
— Sandi Mardiana Putra
Seruan Aksi Solidaritas
Sandi juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil di Kota Banjar untuk tetap kritis dan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah; duka di Tual adalah duka bagi seluruh rakyat dan pelajar di Indonesia.
#KeadilanUntukKorban
#ReformasiPolri
#SandiMardianaPutra #StopKekerasanAparat

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Trending di Aceh