Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad Putra Aceh Rahmat Al Qahhar Kecam Keras Dugaan Penembakan Warga Di Pidie: Darah Kembali Tumpah Di Tanah Aceh, Usut Tuntas PB PII Sampaikan 7 Rekomendasi Strategis dalam RDPU Komisi III DPR RI, Dukung RUU Perampasan Aset yang Berkeadilan Indonesia Darurat Kemanusiaan Dan Ekologi: Istana Sibuk Saling Sikut Kepentingan, Rakyat Dan Alam Menanggung Korban

Kepri

Berapa Target Perputaran Uang di KURMA 2026? Ini Hitungannya!

badge-check


					Berapa Target Perputaran Uang di KURMA 2026? Ini Hitungannya! Perbesar

MaklumatKepri.com, Tanjungpinang-Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi umat selama bulan suci Ramadhan. Dengan melibatkan ratusan pelaku usaha, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menaruh harapan besar terhadap perputaran ekonomi yang tercipta dari event tahunan ini.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa KURMA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen nyata untuk mendorong ekonomi rakyat berbasis syariah.

“KURMA harus menjadi penggerak ekonomi umat. Kita ingin 500 UMKM yang terlibat benar-benar merasakan dampak perputaran ekonomi selama Ramadhan. Di saat yang sama, masyarakat juga mendapatkan kemudahan mengakses layanan pemerintah dalam satu kawasan yang tertata dan nyaman,” ujar Ansar saat memimpin rapat persiapan.

Dorong Transaksi dari 500 UMKM
Salah satu indikator utama yang disasar adalah aktivitas ekonomi dari sekitar 500 pelaku UMKM yang ambil bagian. Skala keterlibatan ini menjadi fondasi kuat bagi terciptanya perputaran uang selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Meski pemerintah tidak menyebut angka nominal target transaksi, keterlibatan ratusan UMKM menunjukkan adanya dorongan serius agar terjadi peningkatan omzet pelaku usaha selama Ramadhan.

Efek Berganda dari Event Terpadu
Konsep KURMA 2026 yang memadukan bazar, layanan publik, edukasi ekonomi syariah, hingga kegiatan religi diyakini menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi lokal.

Selain transaksi langsung di bazar, potensi perputaran uang juga datang dari:
• kunjungan masyarakat
• layanan perbankan di lokasi
• pasar murah sembako
• promosi pariwisata dan budaya

Kombinasi ini membuat KURMA tidak hanya mengandalkan penjualan UMKM, tetapi juga aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Strategi Perluasan Dampak
Pembukaan resmi KURMA 2026 akan digelar pada 2 Maret 2026 di One Batam Mall, Kota Batam, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan ekonomi ke pusat pertumbuhan utama di Kepulauan Riau.

Sementara penutupan dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026 di Kawasan Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang, yang direncanakan dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian.

Rangkaian kegiatan sendiri telah dimulai melalui Bazar Ramadhan sejak 20 Februari hingga 14 Maret 2026.

Optimisme Dampak Nyata
Pemprov Kepri menegaskan bahwa tujuan utama KURMA adalah menghadirkan Ramadhan yang berdampak secara spiritual sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Spesial “Melalui KURMA 2026, kita ingin menghadirkan Ramadhan yang tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga berdampak secara ekonomi. Inilah bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun ekonomi umat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” tutup Ansar

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

5 November 2026 - 03:08 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

5 November 2026 - 03:01 WIB

Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026

2 November 2026 - 22:18 WIB

Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas

2 November 2026 - 22:14 WIB

Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

2 November 2026 - 22:09 WIB

Trending di Olahraga