Menu

Mode Gelap
Putra Papua Oktowimelek Gobai Ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal KAPMI PT Putra Sumatera Selatan, Wahyu Mukhtar Asafurla Terima Mandat Pimpin KAPMI Perguruan Tinggi Fantastis! Temuan BPK di SMAN 1 Batujajar Capai Rp161,18 Juta, Koalisi Minta Pengusutan Tuntas Pemko Tanjungpinang Siapkan Kerja Sama Digitalisasi Layanan dan Fuel Card Solar Subsidi Dekranasda Tanjungpinang Padukan Seni dan Sport Tourism, Ribuan Peserta Siap Semarakkan Fun & Run 2026 Perkuat Sinergi Kelembagaan, RSBP Batam dan BPOM Pastikan Pelayanan dan Ketersediaan Obat Aman

Batam

Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndHome

badge-check


					Kecewa Layanan Buruk dan Respon Lambat, Yusril Koto Putuskan Berlangganan IndHome Perbesar

MaklumatKepri.Com. Batam-Akibat layanan internet yang sering mengalami gangguan dan minimnya respon perbaikan, Yusril Koto, seorang pengusaha di Batam, memutuskan untuk berhenti berlangganan layanan internet IndiHome. Kekecewaan ini memuncak saat Yusril mendatangi kantor GraPARI Telkomsel di Nagoya Hill, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (19/3/2026).

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi pelanggan setia selama tujuh tahun dengan biaya langganan sebesar Rp450 ribu per bulan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kualitas jaringan menurun drastis. Meski sudah berulang kali mengajukan komplain, teknisi yang dijanjikan tidak kunjung datang untuk melakukan perbaikan.

“Sudah tujuh tahun saya berlangganan, tapi belakangan ini jaringan sering gangguan. Sudah dikomplain berkali-kali, tapi teknisi tidak juga datang,” ujar Yusril dengan nada kecewa.

Gangguan internet tersebut berdampak langsung pada kelangsungan bisnisnya di Kadai Kopi Datuak yang berlokasi di Ruko Grand BSI Blok A2 No. 7, Batam Center. Menurutnya, konsumen merasa tidak nyaman karena fasilitas Wi-Fi yang disediakan tidak dapat digunakan dengan baik. Hal inilah yang membulatkan tekadnya untuk memutus kontrak langganan.

Sebagai bentuk itikad baik, Yusril mendatangi GraPARI untuk mengembalikan perangkat modem milik perusahaan. Namun, ia menyayangkan sikap petugas yang dinilai tidak profesional. Saat Yusril meminta besok (20/3) ia lakukan pembayaran tagihan sisa pemakaian hingga tanggal 19 Maret 2026, petugas bernama Iman justru menolak.


Ironisnya, perangkat modem yang dikembalikan tersebut diletakkan begitu saja oleh Iman di luar depan kantor GraPARI Nagoya Hill dengan sikap yang kurang ramah. Kejadian ini menambah daftar panjang kekecewaan Yusril terhadap layanan purna jual perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perkuat Sinergi Kelembagaan, RSBP Batam dan BPOM Pastikan Pelayanan dan Ketersediaan Obat Aman

6 Agustus 2026 - 18:25 WIB

BP Batam Perkuat Transparansi Layanan Pertanahan, Alokasi Tanah Reguler Segera Hadir Melalui LMS

6 Agustus 2026 - 18:21 WIB

PERWARA INDONESIA Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui Rapat Dengar Pendapat Umum ( RDPU )

6 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Amsakar Berbagi Pengalaman Bangun Batam, DPRD Dumai Dalami Pendidikan hingga Investasi

6 Agustus 2026 - 14:37 WIB

KUPON WAKAF TUNAI, INOVASI BWI BATAM PERLUAS GERAKAN WAKAF PRODUKTIF

5 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Trending di Batam