Menu

Mode Gelap
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Pastikan Pelayanan Prima dan Humanis bagi Pekerja Migran Pemko Batam Apresiasi Goro Masyarakat Secara Masif, Dilarang Melakukan Pembakaran Terhadap Tumpukan Material Rustam: Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan Penyakit Tular Vektor di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza: Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Pelindungan dan Kompetensi Pekerja Migran Pemilihan Ketua RT 05 RW 02 Kampung Tirto Mulyo Pinang Kencana Sukses Digelar Ikuti Rakor Kemendagri, Pemko Tanjungpinang Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

Dunia

Prancis Minta Sidang DK PBB Soal Serangan terhadap UNIFIL

badge-check


					CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), default quality Perbesar

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), default quality

Pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis tentang Serangan terhadap Pasukan PBB
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada hari Senin menyampaikan pernyataan yang sangat keras terkait serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Ia mengecam tindakan tersebut dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi ini.

“Prancis mengutuk sekeras-kerasnya penembakan yang menyebabkan kematian seorang penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia pada tanggal 29 Maret dan melukai tiga anggota pasukan lainnya, serta ledakan yang menyebabkan kematian dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya pada tanggal 30 Maret dan melukai dua anggota pasukan lainnya,” ujar Barrot dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosial X.

Ia menekankan bahwa serangan-serangan seperti ini tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan. “Prancis menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur dan solidaritasnya dengan Indonesia, serta mendoakan kesembuhan yang cepat bagi personel yang terluka. Prancis menyerukan agar kejelasan penuh ditetapkan mengenai keadaan tragedi ini,” tambahnya.

Barrot juga mengecam insiden yang melibatkan kontingen Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) Prancis di daerah Naqoura. Ia menilai ancaman terhadap keamanan dan tindakan intimidasi oleh tentara Israel terhadap personel PBB ini tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan, terutama karena prosedur dekonflik telah dihormati. “Kecaman ini telah disampaikan dengan tegas kepada duta besar Israel di Paris,” katanya.

Ia mendesak semua pihak untuk menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan memastikan keselamatan personel PBB. “UNIFIL harus dapat sepenuhnya melaksanakan mandatnya dan menjalankan kebebasan bergerak sepenuhnya,” ujarnya.

Situasi Terkini di Lebanon
UNIFIL melaporkan bahwa dua pasukan penjaga perdamaian tewas pada Senin “ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka” di dekat desa Bani Hayyan di Lebanon selatan. Kementerian Pertahanan Indonesia pada Selasa 31 Maret 2026 menyatakan bahwa dua tentaranya tewas dalam serangan pada Senin.

Pada Ahad, UNIFIL mengatakan satu pasukan penjaga perdamaian tewas dan satu lainnya terluka setelah sebuah proyektil menghantam posisi UNIFIL di dekat kota Adshit al-Qusayr di Lebanon selatan.

Kantor berita negara Lebanon, NNA, melaporkan bahwa penembakan artileri Israel menargetkan markas unit UNIFIL Indonesia di kota yang sama, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Kementerian Luar Negeri Indonesia kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan penjaga perdamaian yang tewas pada Ahad adalah warga negara Indonesia. Dikatakan bahwa tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia lainnya dari UNIFIL juga terluka dalam serangan tersebut, yang digambarkan sebagai “tembakan artileri tidak langsung”.

Langkah yang Diperlukan
Serangan-serangan ini menunjukkan tingkat kekerasan yang meningkat di kawasan tersebut. Prancis menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan pasukan PBB, serta memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan tidak melanggar prinsip-prinsip internasional.

Selain itu, Prancis juga menyerukan transparansi dan investigasi menyeluruh terkait kejadian-kejadian tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pelaku tindakan kekerasan tidak lolos dari konsekuensi hukum.

Dengan situasi yang semakin memburuk, diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pihak-pihak terkait, termasuk negara-negara yang bertanggung jawab atas pasukan penjaga perdamaian. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan stabil di wilayah tersebut.

Kesimpulan
Peristiwa serangan terhadap pasukan PBB di Lebanon menunjukkan bahwa konflik di kawasan ini masih sangat rentan. Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak tertentu dapat berdampak besar terhadap stabilitas dan keamanan regional. Oleh karena itu, penting bagi komunitas internasional untuk tetap waspada dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Terpantau Berlayar di Perairan Indonesia

3 Mei 2026 - 17:27 WIB

Vietnam Juara Piala AFF U-17 di Kandang Indonesia

25 April 2026 - 20:12 WIB

Berapa lama Iran bertahan menghadapi blokade Hormuz dan berapa lama lagi AS bisa bertahan?

25 April 2026 - 17:53 WIB

Hungaria Berubah Arah: PM Baru Siap Tangkap Netanyahu

22 April 2026 - 08:48 WIB

Seleksi Jpt Tangsel Jadi Sorotan, Ketum Gharis: Walikota Jangan Asal Pilih Nomor Satu Jika Miskin Kompetensi Teknis!

14 April 2026 - 18:08 WIB

Trending di Dunia