Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Dunia

Koalisi Hizbullah-Houthi dan IRGC Babat Israel Bersamaan, Militer Zionis Kelimpungan Dihujani Rudal

badge-check


					Koalisi Hizbullah-Houthi dan IRGC Babat Israel Bersamaan, Militer Zionis Kelimpungan Dihujani Rudal Perbesar

MaklumatKepri.Com Teheran – Koalisi gabungan antara Hizbullah Lebanon, kelompok Houthi Yaman, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal besar-besaran secara bersamaan ke berbagai wilayah Israel, membuat sistem pertahanan militer Zionis kelimpungan dalam menghadapi hujan rudal dari berbagai front.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (3/4/2026), juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa kelompoknya telah melaksanakan operasi militer gabungan menggunakan sejumlah rudal balistik yang menargetkan area Yaffa di wilayah pendudukan Palestina .
Saree menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan pasukan sekutu di Iran, Irak, Palestina, dan Lebanon, serta berhasil mencapai seluruh target yang dituju .
Masyarakat Arab & Timur Tengah
Operasi gabungan ini semakin memperluas medan perang yang sebelumnya hanya melibatkan Iran dan Hizbullah, kini dengan keterlibatan penuh kelompok Houthi yang menguasai sekitar 30 persen wilayah Yaman .
Sebelumnya pada pekan yang sama, IRGC bersama Hizbullah telah melancarkan serangan rudal gabungan yang menargetkan lebih dari 50 instalasi militer Israel di kota-kota besar seperti Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba .
Serangan yang digambarkan sebagai “operasi gabungan dan terintegrasi” itu diluncurkan secara bersamaan dari Iran dan Lebanon, dengan Hizbullah melepaskan sekitar 150 roket ke wilayah utara Israel selama berjam-jam .
Sementara itu, IRGC juga meluncurkan rudal balistik yang memicu sirine peringatan di Yerusalem dan wilayah tengah Israel .
Sistem Iron Dome Israel dilaporkan kewalahan menghadapi serangan massal ini, dengan hanya sekitar setengah dari sekitar 100 proyektil yang berhasil dicegat dalam satu hari .
Seorang pengamat militer Rusia, Yury Lyamin, menjelaskan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh penyebaran sistem pertahanan udara Israel yang kini tersebar ke seluruh negeri untuk melindungi dari ancaman drone Iran, sehingga mengurangi kepadatan pertahanan di wilayah utara .
Pakar militer dan analis politik menggambarkan serangan terkoordinasi antara Iran dan Hizbullah ini sebagai taktik jenius yang mengubah arah perang .
Profesor Alam Saleh dari Universitas Nasional Australia mencatat bahwa Iran belum mengerahkan seluruh kemampuan rudalnya, yang berarti masih ada kartu strategis tambahan yang dapat digunakan di masa depan .
Kelompok Houthi sendiri mengindikasikan bahwa keterlibatan militer mereka dalam konflik ini bersifat gradual dan tidak akan berhenti pada tingkat ini .
Mereka memperingatkan bahwa aksi-aksi selanjutnya akan ditentukan oleh eskalasi atau de-eskalasi dari pihak musuh .
Dengan terbukanya front keempat dalam perang ini setelah Iran, Hizbullah, dan milisi Irak, para analis memperingatkan bahwa konflik berpotensi semakin meluas dan mengganggu jalur perdagangan global, terutama di Selat Bab al-Mandab yang vital .
Situasi ini membuat militer Zionis kini harus berjuang di tiga front sekaligus melawan Iran, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman, sementara serangan rudal terus menghujani wilayah mereka tanpa henti

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 12:47 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 23:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 19:46 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Gubernur Aceh Ke-12 Dr Zaini Abdullah Telah Berpulang

13 Juni 2026 - 16:41 WIB

Trending di Dunia