Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Dunia

Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal, Israel Terus Gempur Lebanon, Apa yang Terjadi?

badge-check


					Foto: First responders stand amid rubble at the site of an Israeli air strike in Beirut's Corniche al-Mazraa neighbourhood on 8 April 2026 (AFP) Perbesar

Foto: First responders stand amid rubble at the site of an Israeli air strike in Beirut's Corniche al-Mazraa neighbourhood on 8 April 2026 (AFP)

MaklumatKepri.Com. Beirut-Gelombang serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon pada Rabu menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat tercapai, memicu kekhawatiran bahwa upaya perdamaian di kawasan tersebut berada di ambang kegagalan

.

Serangan yang menghantam ibu kota Beirut dan sejumlah wilayah lain disebut sebagai salah satu pemboman paling intens sejak konflik terbaru pecah. Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan bahwa ribuan korban berdatangan ke rumah sakit, sementara lalu lintas padat menghambat proses evakuasi dan penanganan darurat.

Militer Israel menyatakan telah melancarkan operasi terkoordinasi yang menargetkan sekitar 100 pusat komando dan fasilitas militer milik Hezbollah hanya dalam waktu 10 menit. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan ini sebagai pukulan terbesar terhadap Hezbollah sejak operasi tahun 2024.

Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Lebanon selatan dan Lembah Bekaa. Kantor berita nasional Lebanon menyebut sebuah serangan udara menghantam area pemakaman di desa Shmestar, menewaskan sedikitnya 10 orang yang tengah menghadiri prosesi pemakaman. Di kota Saida, delapan orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Di tengah eskalasi ini, Iran memperingatkan akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. Seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Teheran juga mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap Israel sebagai respons atas apa yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat sebelumnya dimediasi dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pakistan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Presiden AS Donald Trump yang menyebut konflik di Lebanon sebagai “konflik terpisah”.

Sejak awal Maret, Hezbollah terlibat dalam konflik dengan Israel dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sebagai balasan, Israel meningkatkan operasi militernya, termasuk invasi darat ke Lebanon selatan yang disebut-sebut sebagai upaya menuju pendudukan permanen.

Situasi semakin kompleks setelah laporan muncul bahwa Iran meluncurkan serangan terhadap fasilitas energi di Arab Saudi, termasuk jalur pipa East-West. Meski dampaknya belum sepenuhnya diketahui, serangan ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rapuh.

Di sisi lain, komunitas internasional mulai bereaksi. Pemerintah Spanyol memanggil perwakilan diplomatik Israel terkait penahanan seorang personel pasukan penjaga perdamaian PBB, sementara Italia melaporkan insiden tembakan peringatan terhadap konvoi pasukan mereka di Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon menyerukan bantuan internasional untuk menghentikan serangan Israel, sementara otoritas kesehatan setempat mengeluarkan imbauan darurat agar masyarakat memberi akses bagi ambulans di tengah kondisi krisis.

Dengan meningkatnya eskalasi dan saling tuding pelanggaran, masa depan gencatan senjata Iran-AS kini berada dalam ketidakpastian. Konflik yang meluas ke berbagai negara menunjukkan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah kembali berada dalam ancaman serius.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dari Yordania hingga Oman: Iran Sapu Bersih Instalasi Militer AS di Teluk

14 Juli 2026 - 12:47 WIB

Sejarah Baru!!! Skuad Voli Putra Rebut Mahkota AVC Cup 2026, Korea Selatan Ditekuk Tanpa Ampun

28 Juni 2026 - 23:44 WIB

Resmi damai: Trump galang dana fantastis 300 miliar dolar AS pulihkan infrastruktur dan ekonomi Iran, Teheran stop produksi senjata nuklir

18 Juni 2026 - 19:46 WIB

Iran Ancam Bombardir Israel Jika Terus Langgar Kesepakatan di Lebanon

17 Juni 2026 - 17:31 WIB

Gubernur Aceh Ke-12 Dr Zaini Abdullah Telah Berpulang

13 Juni 2026 - 16:41 WIB

Trending di Dunia