Menu

Mode Gelap
Wali Kota Lis Tegaskan, Kuliner Kudapan Khas Melayu Harus Dihidangkan di Setiap Kegiatan Pemerintah Wali Kota Lis: Kartu Bima Sakti Permudah Akses Bantuan Warga Tanjungpinang Pemprov Kepri Alokasikan 1.820 Paket Sembako untuk Warga Tanjungpinang Pemko Batam Perkuat Standar Pelayanan, Firmansyah: SOP Harus Permudah Masyarakat Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah Dimulai, Sasar 49.343 Siswa di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza Hadiri High Level Meeting TPID Kepri, Dorong Penguatan Sinergi Pengendalian Inflasi

Kepri

Kepri Satu-satunya Provinsi Pengekspor Ayam Hidup di Indonesia, Perkuat Posisi sebagai Daerah Perbatasan Berdaya Saing

badge-check


					Pelepasan ekspor ayam hidup oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad (tengah) melalui Pelabuhan Sri Payung, Batu Enam, Tanjungpinang, Oktober 2025 lalu. Perbesar

Pelepasan ekspor ayam hidup oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad (tengah) melalui Pelabuhan Sri Payung, Batu Enam, Tanjungpinang, Oktober 2025 lalu.

Maklumatkepri.com. Kepri – Provinsi Kepulauan Riau terus menorehkan prestasi membanggakan di sektor peternakan, khususnya peternakan unggas. Dari wilayah perbatasan Indonesia, Kepulauan Riau berhasil menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mampu melaksanakan ekspor ayam hidup atau live bird ke Singapura.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sektor peternakan unggas di Kepulauan Riau berkembang semakin maju, modern, dan memiliki daya saing internasional.

Ekspor ayam hidup tersebut dilakukan melalui perusahaan peternakan modern PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group) yang berlokasi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan penerapan sistem pemeliharaan modern, biosecurity yang ketat, serta pengawasan kesehatan hewan secara berkelanjutan, ayam hidup asal Kepri berhasil memenuhi standar kualitas dan kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Singapura.

Hingga saat ini, jumlah ayam hidup yang berhasil diekspor telah mencapai lebih dari 334.568 ekor dan terus menunjukkan perkembangan positif dari waktu ke waktu.

Pelepasan ekspor ayam hidup ke Singapura secara langsung dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Momen pelepasan tersebut menjadi simbol keberhasilan Kepri sebagai daerah perbatasan yang mampu menembus pasar internasional melalui sektor peternakan unggas.

Gubernur Ansar Ahmad mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan hewan, dan para peternak unggas di Kepulauan Riau.

“Keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan kita mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik dan standar kesehatan yang tinggi,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor peternakan modern sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional.

“Kita akan terus memperkuat sektor peternakan unggas di Kepri, baik dari sisi kualitas produksi, kesehatan hewan, hingga pengembangan investasi peternakan modern agar semakin maju dan berdaya saing,” lanjutnya.

Di balik capaian tersebut, terdapat sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan hewan, dan para peternak unggas dalam menjaga kualitas produksi dan kesehatan hewan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar kualitas unggas tetap terjaga mulai dari kandang hingga proses pengiriman.

Deretan kandang modern, aktivitas peternakan yang terintegrasi, hingga proses distribusi ayam hidup melalui jalur laut menjadi gambaran nyata transformasi sektor unggas di Kepulauan Riau. Dari Kabupaten Bintan, produk unggas Kepri kini mampu menjangkau pasar internasional dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di tingkat global.

Ke depan, Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat sektor peternakan unggas sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pengembangan industri peternakan modern di wilayah perbatasan Indonesia. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI Kepri: Ekonomi Kepulauan Riau Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif

4 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Bank Indonesia Kepri Serahkan Tanjak Indah, Armada Pasar Murah Keliling Jaga Kestabilan Inflasi Daerah

3 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Gubernur Ansar Pimpin High Level Meeting TPID, Distribusi Logistik Jadi Perhatian Khusus

3 Agustus 2026 - 23:49 WIB

RSUD RAT Segera Terapkan Tarif Layanan Kesehatan Berbasis Unit Cost

3 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Resmikan Pusdiklat Guang Ji, Wagub Nyanyang Apresiasi Umat Budha Dalam Peran Kehidupan Sosial dan Kemanusiaan

3 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Trending di Kepri