Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Kepri

Menteri KKP dan Gubernur Ansar Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan PT BIG, Dorong Hilirisasi Perikanan dan Pembangunan KNMP

badge-check


					Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendengarkan pemaparan dari Manajamen PT BIG pada peresmian perusahaan perikanan di Kota Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/5/2026). Perbesar

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendengarkan pemaparan dari Manajamen PT BIG pada peresmian perusahaan perikanan di Kota Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/5/2026).

Maklumatkepri.com. Dompak – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan pabrik pengolahan ikan PT Bintan Intan Gemilang (BIG) di Jalan Nusantara, Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/5/2026).

Peresmian ini menjadi momentum penting dalam penguatan sektor hilirisasi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan.

Pabrik baru PT BIG tersebut berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare dan saat ini baru memfungsikan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia. Relokasi operasional dari pabrik lama telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan lokasi baru yang dinilai lebih strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer.

Pada kesempatan itu, Menteri Trenggono menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini fokus menjalankan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya memperkuat sektor hulu untuk mendorong hilirisasi perikanan nasional.

“Kalau Kampung Nelayan itu jadi, saya jamin kualitas produknya bagus. Itu UPI (Unit Pengolahan Ikan) bisa collect (menyerap). Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal adalah pembenahan hulunya belum beres. Maka dari itu ini pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,” papar Menteri Trenggono.

Ia juga meminta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah agar aktif mendukung dan memaksimalkan program tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi daerah unggulan sektor perikanan apabila mampu memanfaatkan program Kampung Nelayan Merah Putih secara optimal.

Menteri Trenggono juga menegaskan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada nelayan lokal. Ia menyampaikan arahan Presiden agar hasil tangkapan ikan lebih banyak dikuasai dan dimanfaatkan langsung oleh nelayan daerah.

“Nanti kapal yang dari Jawa itu, pengusaha-pengusaha itu saya stop semua. Yang hanya boleh mengambil langsung ini nelayan. Itu instruksi Presiden. Jadi kalau kita tidak bisa memanfaatkan peluang, maka peluang itu akan lewat. Kampung Nelayan ini peluang besar,” tegasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad menijau pabrik PT BIG.

Perkuat Kepri Sebagai Daerah Maritim dan Sentra Perikanan Nasional
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas hadirnya pabrik pengolahan ikan PT BIG yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi maritim Kepri serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.

Menurut Gubernur Ansar, keberadaan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan distribusi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah maritim dan sentra perikanan nasional.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu sangat menyambut baik investasi dan pengembangan industri pengolahan perikanan seperti ini. Kehadiran PT BIG akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri,” ujar Gubernur.

Gubernur Ansar juga menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat, agar potensi perikanan di wilayah Kepulauan Riau dapat dikelola lebih optimal dan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

“Kepri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri, kita optimistis sektor ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Ansar. 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Lepas 1.336 Mahasiswa KKN UMRAH, Siap Mengabdi dan Berkontribusi untuk Masyarakat Kepri

1 Agustus 2026 - 16:03 WIB

43 OPD Pemprov Kepri Rampungkan Bimtek e-Monev KIP 2026, Komitmen Pimpinan Kunci Utama Capaian Predikat Informatif

31 Juli 2026 - 11:11 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda

29 Juli 2026 - 23:21 WIB

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Baru di Kota Batam, Gubernur Ansar Lakukan Peletakan Batu Pertama

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

Trending di Kepri