Menu

Mode Gelap
Amsakar Lantik Panglima Sambang Kota Batam, Ajak Organisasi Adat Perkuat Persatuan Erlita Amsakar Tekankan Literasi Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sagulung Peringati Hari Lahir ke-62, Ketua PII Wati: Teguhkan Semangat Perempuan Berdaya dan Berkarya Pemko Batam Tegaskan RT dan RW Bukan Petugas Pendataan dan Pemungutan Pajak PMII Batam Gelar Pawai Hari Anak Nasional, Serahkan Rapor Merah untuk Pemko dan DPRD Kota Batam Dorong Percepatan Investasi, BP Batam Perkuat Tata Kelola Pertanahan melalui Pelaporan Mandiri LMS

Kepri

Seluruh OPD Pemprov Kepri Ditarget Raih Predikat Informatif pada 2026

badge-check


					Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima Audiensi Komisioner Komisi Informasi (KI) Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). Gubernur Ansar menargetkan seluruh OPD di Pemprov Kepri meraih predikat informatif di tahun 2026 ini. Perbesar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima Audiensi Komisioner Komisi Informasi (KI) Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). Gubernur Ansar menargetkan seluruh OPD di Pemprov Kepri meraih predikat informatif di tahun 2026 ini.

Maklumatkepri.com. Dompak-Gubernur Ansar Ahmad menargetkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meraih predikat informatif di tahun 2026 ini.

Hal ini ditegaskan Gubernur Ansar saat menerima audiensi Komisioner Komisi Informasi (KI) Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). Audiensi tersebut sekaligus menjadi agenda penyerahan Laporan Kinerja Komisi Informasi Kepulauan Riau Tahun 2025.

Gubernur Ansar juga menargetkan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat meraih predikat informatif pada pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik tahun 2026.

“Mudah-mudahan pada tahun 2026 seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat mencapai kategori informatif. Ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujar Ansar.

Dalam kesempatan ini Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi kerja Komisi Informasi Kepulauan Riau dalam mendorong implementasi keterbukaan informasi publik di daerah.

Ansar berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Komisi Informasi terus diperkuat agar kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat semakin baik.

“Saya berharap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Komisi Informasi terus terbangun dengan baik. Keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tutupnya.

Gubernur Ansar menerima Laporan Kinerja Komisi Informasi Kepulauan Riau Tahun 2025 dari Ketua KI Kepri, Arison.

Audiensi KI Kepri dihadiri Arison (Ketua) Muhammad Djuhari (Wakil Ketua) serta anggota Alfian Zainal, Encik Afrizal dan Saut Maruli Samosir serta Sekretaris KI Kepri A K Prambudi.

Hadir pulaKepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau Hendri Kurniadi didampingi oleh Kabid PLIP Ummil Khasil dan Kabid Humas Trio Andana.

Dalam pertemuan itu, Arison menyampaikan capaian kinerja KI Kepri yang telah memasuki tahun kedua sejak dilantik pada 2 Juli 2024. Ia menjelaskan bahwa KI Kepri fokus menjalankan dua tugas utama, yakni penyelesaian sengketa informasi publik dan penetapan standar layanan informasi publik.

Untuk penyelesaian sengketa informasi, KI Kepri telah menangani sebanyak 19 perkara. Dari jumlah tersebut, lima sengketa berhasil diselesaikan pada tahun 2024 dan 10 sengketa pada tahun 2025.

“Sementara pada tahun 2026 ini terdapat empat sengketa informasi yang masih dalam proses penyelesaian,” kata Arison.

Di bidang keterbukaan informasi publik, KI Kepri juga telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap 151 badan publik selama dua tahun terakhir. Monev tersebut mencakup organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, partai politik, hingga perguruan tinggi.

Arison mengungkapkan, hasil Monev tahun 2025 menunjukkan baru 42 badan publik yang berhasil meraih predikat informatif sedangkan OPD dilingkungan Pemerintah Kepri hanya 2 yang informatif.

Meski demikian, lanjutnya sejumlah badan publik mengalami peningkatan nilai dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hasilnya memang belum menggembirakan, tetapi banyak badan publik yang menunjukkan tren perbaikan. Kami berharap pada Monev tahun 2026 jumlah badan publik yang informatif akan semakin bertambah,” ungkapnya.

Menurut Arison, belum optimalnya hasil Monev bukan berarti badan publik tidak menjalankan keterbukaan informasi. Kendala yang masih ditemukan antara lain kurangnya pemahaman dalam pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) atau kuisioner mandiri.

Ia juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran akibat efisiensi belanja daerah membuat kegiatan sosialisasi kepada badan publik belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Meski demikian, KI Kepri tetap membuka ruang konsultasi bagi badan publik yang ingin meningkatkan kualitas layanan informasi. Konsultasi dapat dilakukan dengan mendatangi kantor KI maupun mengundang KI untuk memberikan sosialisasi secara langsung.

“Kami optimistis banyak badan publik yang ingin naik kelas. Sejumlah instansi sudah mulai datang berkonsultasi dan meminta pendampingan terkait keterbukaan informasi publik,” jelasnya.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Ghaza

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

43 OPD Pemprov Kepri Rampungkan Bimtek e-Monev KIP 2026, Komitmen Pimpinan Kunci Utama Capaian Predikat Informatif

31 Juli 2026 - 11:11 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda

29 Juli 2026 - 23:21 WIB

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Baru di Kota Batam, Gubernur Ansar Lakukan Peletakan Batu Pertama

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

Perwakilan Putra-Putri Terbaik Kepri Siap Harumkan Daerah di Paskibraka Nasional 2026

13 Juli 2026 - 14:20 WIB

Trending di Kepri