Maklumatkepri.com. Palembang-Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Perwakilan Daerah Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada energi di Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi yang diselenggarakan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Hotel Novotel Palembang, Kamis (30/7/2026), dengan mengangkat tema “Memperkuat Kontribusi Strategis Provinsi Sumatera Selatan dalam Mewujudkan Swasembada Energi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, pelaku industri, akademisi, hingga organisasi profesi. Perhapi PD Sumatera Selatan menjadi salah satu organisasi profesi yang diundang untuk memberikan pandangan mengenai penguatan sektor pertambangan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Ketua Perhapi PD Sumatera Selatan, Frans Irawan, mengatakan bahwa Sumatera Selatan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu lumbung energi nasional dengan sumber daya batu bara, minyak dan gas bumi, serta potensi energi baru terbarukan yang besar. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal melalui penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice), peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, serta penguatan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Organisasi profesi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan rekomendasi berbasis keilmuan dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Perhapi siap menjadi mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan masukan yang objektif agar pengelolaan sumber daya mineral dan batubara mampu mendukung ketahanan energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Frans.
Ia menjelaskan bahwa tantangan sektor energi saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut efisiensi, kepastian investasi, hilirisasi, penguatan tata kelola, hingga kesiapan menghadapi transisi energi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan organisasi profesi menjadi faktor penting dalam menghasilkan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan global.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, di antaranya percepatan hilirisasi batu bara, potensi terjadinya stranded asset pada industri pertambangan akibat transisi energi, optimalisasi pemanfaatan energi baru terbarukan, serta penguatan tata kelola sektor energi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Masukan dari berbagai pemangku kepentingan akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan dilaporkan kepada Presiden melalui Menteri Pertahanan.
Perhapi Sumsel menilai bahwa pencapaian swasembada energi tidak dapat hanya mengandalkan peningkatan produksi sumber daya alam, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola pertambangan. Implementasi teknologi, penguatan aspek keselamatan kerja, reklamasi dan pascatambang, efisiensi operasional, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan industri pertambangan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Selain itu, Perhapi juga memandang hilirisasi sumber daya mineral dan batubara sebagai peluang strategis untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Pengembangan industri pengolahan, pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, serta peningkatan investasi diyakini mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui forum yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi profesi tersebut, Perhapi PD Sumatera Selatan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam merumuskan kebijakan sektor energi. Sinergi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar Sumatera Selatan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan energi nasional sekaligus mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Penulis : Yusuf Wicaksono
Editor : Redaksi












