Maklumatkepri.com. Batam-Malam penutupan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, Minggu (5/7/2026), di Dataran Engku Putri, Batam Centre, turut menghadirkan penampilan penyair muda asal Batam, SMBagaskara, yang membawakan pembacaan puisi ” Barajuang Hang Nadim ” dengan penuh penghayatan sebagai bagian dari persembahan para penyair Melayu serumpun.
Tampil mengenakan busana adat Melayu berwarna merah muda lengkap dengan kain samping dan tanjak, SMBagaskara membacakan puisinya secara ekspresif di atas panggung. Setiap bait disampaikan dengan intonasi yang kuat dan emosional, diiringi tata cahaya yang dramatis serta gerak teatrikal seorang penari latar yang semakin menghidupkan makna puisi.

Layar LED di panggung utama turut menampilkan identitas serta visual pendukung selama pembacaan puisi berlangsung, menciptakan suasana yang khidmat dan mengundang apresiasi penonton terhadap kekayaan sastra Melayu.
SMBagaskara atau Steffano Marudut Bagaskara, M.Pd., lahir di Pasir Pengaraian, Riau, pada 31 Mei 1997. Saat ini ia mengabdikan diri sebagai guru di SMA Mondial Batam dan merupakan lulusan Universitas Negeri Yogyakarta. Kecintaannya terhadap sastra, khususnya puisi, telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar dan terus berkembang hingga membawanya tampil di berbagai kota di Indonesia maupun negara-negara rumpun Melayu.
Selain aktif membacakan puisi di berbagai panggung budaya, SMBagaskara juga berkontribusi dalam pembinaan generasi muda di bidang sastra. Ia pernah menjadi pembimbing siswa yang meraih Juara I Lomba Sastra Siswa Nasional pada cabang mendongeng, menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap sastra di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran penyair muda seperti SMBagaskara menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku sastra Melayu terus berjalan dengan baik.
“Kenduri Seni Melayu bukan hanya menghadirkan maestro-maestro budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan kemampuannya. Kehadiran SMBagaskara menjadi harapan bahwa sastra Melayu akan terus hidup dan berkembang di tangan generasi penerus,” ujar Ardiwinata.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menilai pembacaan puisi oleh generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlangsungan sastra Melayu.
“Regenerasi merupakan kunci pelestarian budaya. Penampilan SMBagaskara menunjukkan bahwa anak-anak muda mampu mengemas pembacaan puisi dengan penuh penghayatan sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya Melayu,” katanya.
Penampilan SMBagaskara menjadi salah satu penutup yang berkesan dalam rangkaian pembacaan puisi pada malam penutupan Kenduri Seni Melayu 2026. Melalui karya dan penghayatannya, ia membuktikan bahwa sastra Melayu tetap memiliki ruang yang kuat di hati generasi muda dan akan terus menjadi bagian penting dari perjalanan budaya Melayu di masa depan.
Sumber: Yusuf Suhaili
Redaksi: Joni







