Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Jabar

Kawal Moralitas Daerah, BEM STIS Al-Wafa Turun Aksi Desak Penerbitan Perwali dan Tolak LGBT

badge-check


					Kawal Moralitas Daerah, BEM STIS Al-Wafa Turun Aksi Desak Penerbitan Perwali dan Tolak LGBT Perbesar

Maklumatkepri.com. Bogor-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIS Al-Wafa menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal isu-isu sosial dan moral masyarakat. Dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) BEM STIS Al-Wafa, Zaidan Nashih Ulwan, bersama tim Kementerian Sosial Masyarakat (Kemensosmas)—di antaranya Hannan Yusuf dan Muhammad Rizqullah Nur Fatah dari Departemen Pemberdayaan Masyarakat—BEM STIS Al-Wafa turut melebur bersama massa aksi dalam penyampaian aspirasi di Bogor, Jumat (14/8/2026).

Aksi yang diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dan tokoh masyarakat ini menyuarakan penolakan tegas terhadap keberadaan dan penyebaran LGBT, sekaligus mendesak pemerintah daerah untuk segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum pencegahan dan penindakannya.

Presma BEM STIS Al-Wafa, Zaidan Nashih Ulwan, menegaskan bahwa kehadiran institusinya dalam aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral serta perwujudan fungsi mahasiswa sebagai agent of change dan social control.

“Mahasiswa tidak boleh hanya berdiam diri di dalam ruang kuliah ketika ada keresahan nyata yang mengancam norma sosial dan moral masyarakat. Kehadiran kami bersama kawan-kawan Kemensosmas, seperti Mas Hannan Yusuf dan Mas Muhammad Rizqullah Nur Fatah, adalah bukti komitmen BEM STIS Al-Wafa untuk terus berdiri bersama masyarakat dalam mengawal kebijakan publik yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya,” tegas Zaidan di sela-sela aksi.

Dalam aksi tersebut, perwakilan Departemen Pemberdayaan Masyarakat Kemensosmas BEM STIS Al-Wafa, Hannan Yusuf dan Muhammad Rizqullah Nur Fatah, juga aktif mengonsolidasikan barisan serta menyuarakan pentingnya kepastian hukum di tingkat daerah. Kehadiran regulasi tingkat daerah berupa Perwali dinilai sangat mendesak agar pemerintah kota memiliki payung hukum yang jelas dan tegas dalam merespons dinamika sosial yang terjadi.

Secara umum, tuntutan aksi berfokus pada pentingnya menjaga ketahanan keluarga, nilai sosial, moral, serta norma agama dari dampak negatif yang bertentangan dengan falsafah hidup masyarakat setempat. Seluruh rangkaian aksi yang diikuti oleh BEM STIS Al-Wafa berlangsung secara tertib, damai, dan penuh tanggung jawab.

Kementerian Sosial Masyarakat BEM STIS Al-Wafa memastikan akan terus mengawal isu ini hingga tuntutan penerbitan Perwali benar-benar direalisasikan oleh pemerintah daerah.

Kementerian Sosial Masyarakat BEM STIS Al-Wafa, Mengawal Aspirasi, Bergerak untuk Masyarakat.

Penulis: Yusuf Wicaksono
Editor  : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS

2 September 2026 - 12:58 WIB

Trending di Daerah