Menu

Mode Gelap
Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026 HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

Jateng

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dua Perempuan Solihah

badge-check


					Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dua Perempuan Solihah Perbesar

Maklumatkepri.com. Brebes-Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Mekah menjadi sejarah yang termaktub di buku buku sejarah termasuk kitan Barzanji. Kitab tersebut selama bulan Robiul Awal mulai tanggal 1 sampai 12 dibaca oleh jamaah selepas sholat jamaah maghrib sampai dengan waktu Isya. Seluruh jamaah masjid Jami Baiturrahim dukuh Jagalempeni Selatan desa Jagalempeni Kec Wanasari Kab Brebes berkumpul di aula utama dengan berbaris melingkar membentuk halaqoh.

“Ada dua orang perempuan solihah yang hadir pada saat malam kelahiran Junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Pertama Siti Asiyah istrinya Raja Fir’aun. Raja Fir’aun adalah raja yang mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan. Kedua adalah Siti Maryam, Ibu kandungnya Nabi Isa AS. Seorang perempuan yang mengabdikan hidupnya hanya untuk beriadah, ” kata Akhmad Sururi saat mengawali ceramah keagamaan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Jami Baiturrahim, Senin Malam Selasa 24 Agustus 2026 , bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1448 .

Lebih lanjut Sekretaris PD DMI Brebes memaparkan ketulusan dan keteguhan hati seorang Siti Asiyah yang memiliki suami mengaku Tuhan, tetapi Siti Asiyah sendiri tidak mengakui sebagai Tuhan. Dirinya tetap teguh pendirian menyakini Alloh sebagai Tuhan satu satunya yang wajib disembah. Kalimat tauhid yang tersebut terpancar dari hatinya tidak pernah luntur dan berubah sampai menjelang ajal tiba dengan siksaan yang begitu dasyat.

Sampai pada satu malam, tutur alumni Lirboyo, Raja Fir’aun mendengar isak tangis seorang perempuan disebuah kamar. Ternyata perempuan tersebut adalah Istrinya sendiri yang sedang munajat kepada Sang Pencipta dengan cucuran air mata yang deras. Kalimat tauhid dengan lirih terdengar dengan jelas oleh Fir’aun bahwa Istri memiliki Tuhan selain dirinya yang mengklaim sebagai Tuhan.

“Pagi harinya Siti Aisiyah disuruh untuk menyembah suaminya sebagai Tuhan. Akan tetap i suruhan tersebut berubah menjadi penyiksaan karena Siti Aisyah tetap kukuh tidak akan pernah menyembah selain Alloh. Dia hanya bertauhid kepada Alloh. Siti Aisiyah diseret rambutnya dengan perjalanan menuju tanah lapang. Disana sudah disiapkan batu besar yang akan jatuhkan di atas tubunya kalau masih bersihkukuh tidak mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Tetap teguh dengan iman yang kuat, iman kepada Alloh. Akhirnya batu besar dijatuhkan ditubuhnya. Wajah dan badan Siti Aisiyah remuk dan hancur, dan meninggal dengan khusnul khotimah mengucapkan kalimat tauhid, ” kata Akhmad Sururi di hadapan para jamaah.

Mengutip keterangan yang disampaikan KH Mustofa Aqil, Sekretaris MWC NU mengisahkan sedikit tentang Siti Maryam, perempuan kedua yang hadir menemani Siti Amanah saat akan melahirkan Nabi Muhammad SAW. Siti Maryam adalah perempuan suci yang melahirkan Nabi Isa tanpa seorang aya atas kuasa Alloh. Saat akan melahirkan Nabi Isa, dirinya dalam keadaan lemah mendekati pohon kurma yang kering. Kurms tersebut digerakkan akhirnya muncul kurma basah yang bisa dinikmati untuk menguatkan tenaganya saat akan melahirkan Nabi Isa AS.

Sururi mengungkapkan bahwa kehadiran dua sosok perempuan suci yang hadir saat menjelang kelahiranNabi Muhammad SAW dalam bahasa sekarang menjadi bidan. Ini artinya Ibu ibu yang akan melahirkan pilihlah bidan setempat yang memiliki ketulusan hati dan kebersihan batin. Hal ini dicontohkan dalam sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, Ibunya Beliau saat akan melahirkan didatangi dua orang perempuan, yaitu Siti Asiyah dan Siti Maryam.

Mengakhiri ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW, Sururi mengajak semua jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi dengan memperbanyak baca sholawat dan menghidupkan sunah sunah Nabi. Sesungguhnya orang yang cinta kepada Alloh dan Nabi Muhammad dapat merasakan manisnya iman dan ibadah. Itulah yang membedakan manusia sebagai hamba Alloh dengan hewan yang tidak memiliki kewajiban beribadah. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026

9 September 2026 - 20:03 WIB

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Sambut Estafet Tunas Kelapa 2026 Kwarda Jawa Tengah

8 September 2026 - 07:43 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Trending di Aceh