Maklumatkepri.com. Aceh Timur-Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Bayeun, Aceh Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Raja Peureulak ke-XXXVII, Dr. Teuku Muhammad Nurdin, S.H.I., M.E.I., bersama Wakil Bupati Aceh Timur, Teuku Zainal Abidin.

Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi perhatian masyarakat, terlebih keduanya merupakan putra daerah dari keluarga besar zuriat Kesultanan Peureulak yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang kuat dengan wilayah Aceh Timur.
Maulid Akbar tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan kebersamaan antara masyarakat, ulama, tokoh adat, serta pemerintah daerah.
Raja Peureulak ke-XXXVII, Dr. Teuku Muhammad Nurdin, menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW seperti kejujuran, persaudaraan, kepedulian, keadilan dan kasih sayang sangat penting untuk terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Timur, Teuku Zainal Abidin, turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Aceh Timur.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Menariknya, kehadiran Teuku Muhammad Nurdin dan Teuku Zainal Abidin dalam satu kegiatan juga menjadi simbol kebersamaan dua putra dari keluarga besar zuriat Kesultanan Peureulak dalam mengambil peran bagi masyarakat Aceh Timur.
Bagi masyarakat, Maulid Akbar bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan menghidupkan kembali nilai-nilai keislaman, adat dan kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh sejak dahulu.
Kegiatan Maulid Akbar di Bayeun tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Momentum ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara ulama, umara, tokoh adat dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bersama untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian di Aceh Timur. (Red)












