Menu

Mode Gelap
Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026 HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

Jatim

Cak Imin Sindir Kepemimpinan NU Lima Tahun Terakhir: Rusak Ukhuwah Nahdliyah

badge-check


					Cak Imin Sindir Kepemimpinan NU Lima Tahun Terakhir: Rusak Ukhuwah Nahdliyah Perbesar

Maklumatkepri.com. Jombang-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyinggung kriteria tokoh yang dinilai sesuai untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan, kepemimpinan NU ke depan tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi dalam lima tahun terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin seusai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Saat ditanya mengenai sosok yang sesuai menjadi Ketua Umum PBNU, Cak Imin memberikan jawaban singkat namun menekankan pentingnya evaluasi terhadap kepemimpinan sebelumnya.

“Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin sesaat sebelum masuk ke mobilnya.

Menurut Cak Imin, pemimpin NU harus memiliki kesadaran terhadap besarnya kekuatan organisasi dan mampu membangun kemandirian. Ia menilai NU tidak boleh menggantungkan kekuatan organisasinya kepada pihak lain.

“Ya, kami mengetuk kesadaran para pimpinan NU, tidak ada jalan lain agar kekuatan NU ini tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun,” ujarnya.

Cak Imin juga menyoroti kondisi ukhuwah nahdliyah yang menurutnya mengalami kerusakan selama lima tahun terakhir. Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi dalam Muktamar ke-35 NU.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini merusak ukhuwah nahdliyah. Ukhuwah yang merekatkan potensi agar kemandirian dan kekuatan sosial ekonomi NU bisa terjaga,” ujarnya.

Karena itu, Cak Imin menekankan pentingnya menjadikan Muktamar ke-35 NU sebagai momentum evaluasi sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.

“Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi,” imbuhnya.

Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan di tengah proses menuju Muktamar ke-35 NU, yang menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menentukan kepemimpinan dan arah NU pada periode berikutnya.  (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Trending di Aceh