Maklumatkepri.com. Jakarta-Perempuan Merdeka Indonesia memberikan apresiasi atas langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang memberikan penghargaan kepada 27.022 dapur mitra berkinerja baik, sekaligus melakukan penghentian sementara terhadap 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum memiliki maupun mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen BGN dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan secara masif dan menjangkau masyarakat luas, tetapi juga tetap mengutamakan keamanan pangan, kesehatan, kualitas pelayanan, serta keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.

Ketua Umum Perempuan Merdeka Indonesia, Rahmatun Phuonna, menyampaikan bahwa ketegasan BGN patut diapresiasi karena program sebesar MBG harus dijalankan dengan tata kelola yang profesional dan tidak boleh mengabaikan standar kesehatan serta sanitasi.
“Kami dari Perempuan Merdeka Indonesia memberikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas langkah tegas yang dilakukan terhadap dapur-dapur SPPG yang belum memenuhi kewajiban administrasi dan standar higiene sanitasi. Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang menyangkut langsung kesehatan generasi masa depan, sehingga keamanan makanan tidak boleh dikompromikan dengan alasan percepatan pelaksanaan program,” ujar Rahmatun Phuonna.
Menurutnya, keputusan penghentian sementara operasional dapur merupakan langkah preventif yang tepat untuk meminimalisir potensi risiko kontaminasi makanan serta berbagai persoalan kesehatan yang dapat membahayakan penerima manfaat, khususnya anak-anak.
Rahmatun Phuonna juga menilai apresiasi terhadap 27.022 dapur mitra yang memiliki kinerja baik merupakan bentuk penghargaan penting bagi para mitra yang telah menjalankan program sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
“Kita juga harus memberikan penghargaan kepada puluhan ribu dapur mitra yang telah bekerja dengan baik, patuh terhadap aturan, serta menjaga kualitas dan keamanan makanan. Ini menjadi bukti bahwa tata kelola yang baik harus diberikan apresiasi, sementara pelanggaran terhadap standar kesehatan harus dievaluasi secara tegas dan objektif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kajian Strategis (Kastrat) Perempuan Merdeka Indonesia, Cut Rasydah , menilai kebijakan BGN tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap seluruh dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Cut Rasydah, keberhasilan MBG tidak dapat hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau banyaknya dapur yang beroperasi, tetapi juga harus dilihat dari kualitas tata kelola dan jaminan keamanan pangan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami memandang langkah BGN ini sebagai bentuk keberanian dalam membangun tata kelola Program MBG yang berorientasi pada kualitas. Program nasional sebesar ini tidak cukup hanya mengejar target kuantitas. Standar keamanan pangan, higiene, sanitasi, serta mekanisme pengawasan harus menjadi fondasi utama agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” tegas Cut Rasydah.
Lebih lanjut, Rasidah mendorong agar proses pemeriksaan dan evaluasi terhadap dapur yang dihentikan sementara dilakukan secara transparan, profesional, dan berdasarkan standar yang jelas. Dapur-dapur tersebut, menurutnya, harus diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan dan melengkapi persyaratan sebelum kembali beroperasi.
“Penghentian sementara harus menjadi bagian dari proses pembinaan dan perbaikan. Namun, pembukaan kembali operasional dapur harus benar-benar didasarkan pada hasil pemeriksaan yang objektif. Jangan sampai dapur kembali beroperasi sebelum seluruh persyaratan higiene dan sanitasi benar-benar dipenuhi,” lanjutnya.
Perempuan Merdeka Indonesia juga mendorong BGN untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak terkait dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Organisasi tersebut menilai bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan sangat penting untuk memastikan standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.
Perempuan Merdeka Indonesia menegaskan bahwa ketegasan BGN dalam melakukan evaluasi terhadap dapur MBG merupakan langkah positif yang harus terus dijaga. Kecepatan dan perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan beriringan dengan kualitas tata kelola, transparansi, serta perlindungan terhadap kesehatan anak-anak Indonesia.
Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjadi program dengan jangkauan besar, tetapi juga menjadi program nasional yang memiliki standar pelayanan, keamanan pangan, dan tata kelola yang kuat demi mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Perempuan Merdeka Indonesia
Mengawal Kebijakan, Memperjuangkan Kualitas, dan Menjaga Masa Depan Generasi Indonesia (Red)












