Menu

Mode Gelap
Batam Innovation Award 2026, Amsakar: Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat Wali Kota Lis Darmansyah Kukuhkan Direksi dan Komisaris Periode 2026–2031, BPR Bestari Luncurkan Logo Baru Wako Lis Turun Salurkan Bantuan CPPD, Data Penerima Akan Diperbarui Penempatan Pejabat Berdasarkan Hasil Evaluasi dan Aturan Kepegawaian 26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat Kadinkes Rustam: Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Sedang, Kelompok Rentan Perlu Hati-hati

Regional

Menu “Diet Ketat” MBG di Kota Banjar

badge-check


					Menu “Diet Ketat” MBG di Kota Banjar Perbesar

MaklumatKepri.com, Banjar-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjar kini resmi memasuki fase “minimalis” yang mencengangkan. Aktivis mahasiswa, Sandi Mardiana Putra, kembali melontarkan kritik pedas setelah menemukan fakta lapangan yang jauh dari narasi kemakmuran pangan. Menurutnya, paket yang dibagikan lebih mirip bekal darurat pengungsi daripada investasi gizi nasional.

Trilogi Nutrisi: 3 Butir Kurma, Roti Murah, dan Susu “Irit”
Sandi menyoroti paket menu yang jauh dari standar kecukupan kalori untuk siswa. Ia menemukan bahwa dalam satu kotak makanan, komponen “bergizi” yang dijanjikan menyusut drastis menjadi kombinasi yang tidak masuk akal secara medis maupun ekonomi.

“Pemerintah sepertinya sedang melakukan eksperimen sosial: seberapa kuat anak-anak Banjar bertahan hidup hanya dengan 3 butir kurma dan sepotong roti harga 2000-an,” sindir Sandi dengan nada satir yang kental. “Susu kotak murni yang diberikan pun porsinya sangat irit. Kalau ditotal, nilai gizi dan harganya sangat jauh dari standar anggaran yang digembar-gemborkan.”

Analisis Sandi: Gizi yang Dipangkas Demi Cuan Vendor
Sandi Mardiana Putra menilai bahwa menu “tiga butir kurma” ini adalah bentuk penghinaan terhadap akal sehat rakyat. Ia mempertanyakan transparansi aliran dana yang seharusnya menjadi hak gizi anak sekolah, namun diduga bocor di tengah jalan menuju kantong vendor.

Matematika Ajaib: Anggaran per porsi yang katanya belasan hingga puluhan ribu rupiah, tapi faktanya hanya mewujud dalam roti yang teksturnya lebih mirip karet dan kurma yang jumlahnya bisa dihitung jari satu tangan.

Standar Ganda: Pejabat pamer foto makan mewah di media sosial, sementara anak sekolah di Banjar disuguhi menu yang lebih cocok disebut “camilan pengganjal lapar” daripada makan siang bergizi.

Susu Pemanis: Susu kotak yang dibagikan dinilai hanya sebagai pelengkap agar terlihat “wah” di kamera, tanpa mempertimbangkan apakah kandungan gulanya lebih tinggi daripada proteinnya.

“Jangan Jadikan Anak Banjar Objek Penghematan Anggaran!”
Dengan gaya bicaranya yang vokal, Sandi menegaskan bahwa jika program ini terus berjalan dengan cara “asal ada” seperti ini, maka Kota Banjar hanya akan melahirkan generasi yang mahir menghitung biji kurma, bukan generasi emas.

“Kita tidak butuh penghematan anggaran di piring anak-anak. Kalau vendornya tidak sanggup memberikan protein nyata—seperti telur atau daging—ya jangan dipaksakan. Jangan sampai kurma dan roti murah ini jadi saksi bisu betapa serakahnya tata kelola proyek MBG di kota ini,” tegas Sandi.

Sandi Mardiana Putra menutup kritiknya dengan tuntutan agar pemerintah Kota Banjar segera melakukan sidak mendadak ke gudang vendor dan membuka kontrak kerjasama agar publik tahu: ke mana larinya sisa uang dari harga roti 2000-an tersebut

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dari Julok Menuju Tiongkok: Shilva Zohra Raih Beasiswa Penuh Kuliah Di China

10 September 2026 - 18:17 WIB

Semarak Memperingati Maulid, KKN Desa Dewi Sri Melaksanakan Pekan Kreativitas Anak Islami asah potensi dan Nilai Keislamaan Anak

10 September 2026 - 15:22 WIB

Ketua Baitul Mal Langsa Dukung PKRM dan PRIMA DMI Langsa Award 2026

10 September 2026 - 14:55 WIB

MPU Langsa Dukung Penuh PKRM PRIMA DMI, Tekankan Pentingnya Pedoman Syariat Islam dan jaga koridor syariat.

10 September 2026 - 12:50 WIB

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Trending di Regional