Menu

Mode Gelap
Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026 HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

Regional

PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK

badge-check


					PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK Perbesar

MaklumatKepri.Com. Palembang-Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Provinsi Sumsel Masa Khidmat 2023-2027 Asmuni Falahul Faleh M.Pd.I menyatakan Sikap bahwa Framing menyesatkan potongan video ceramah kepada Wakil Presiden RI ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019) Bapak Dr. (Hc) Drs. HM. Jusuf Kalla, MM terkait dengan tudingan penistaan agama yang belakangan mencuat ke publik.

Dalam keterangan tertulis tertanggal Kamis (16/04/2026) yang diterima redaksi, Ketua Umum PRIMA DMI Sumsel Asmuni tersebut menilai pernyataan Bapak HM. Jusuf Kalla kerap dipotong dan di politisir, khususnya dalam konteks pembahasan konflik di Poso dan Ambon.

“seharusnya kita lihat terlebih dahulu pernyataan beliau secara utuh dan komprehensif, tidak sepotong-sepotong. Jika dipahami secara lengkap, justru itu adalah upaya menjelaskan proses perdamaian,” ujar Asmuni.

Menurut mereka, peran Bapak HM Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik horizontal di Poso dan Ambon merupakan bagian penting dari sejarah rekonsiliasi nasional.

Mereka menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan publik apabila tidak disertai pemahaman konteks secara komprehensif dan orisinil kontek.

“Pak JK adalah tokoh yang berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan beliau tidak bisa dilepaskan dari pengalaman sebagai tokoh perdamaian,” lanjutnya.

Asmuni juga mengajak dan menghimbau pihak-pihak yang melaporkan dugaan penistaan agama agar lebih cermat dan objektif dalam menilai suatu pernyataan, dengan menonton rekaman video secara penuh sebelum mengambil kesimpulan.

Mereka menegaskan bahwa langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak khsusunya masyarakat untuk mengedepankan kejernihan berpikir dan tidak mudah terkontaminasi, dan  terprovokasi oleh potongan informasi dan narasi yang tidak utuh,” demi menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama seyogyanya semuanya harus menahan diri agar tidak menimbulkan gejolak secara horizontal dan pro kontra berkepanjangan, krn bangsa Indonesia selalu mengedepankan persaudaraan dan khasanah keilmuan dan akal sehat bukan ego sektoral tutup pernyataan tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Trending di Aceh