Menu

Mode Gelap
Batam Innovation Award 2026, Amsakar: Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat Wali Kota Lis Darmansyah Kukuhkan Direksi dan Komisaris Periode 2026–2031, BPR Bestari Luncurkan Logo Baru Wako Lis Turun Salurkan Bantuan CPPD, Data Penerima Akan Diperbarui Penempatan Pejabat Berdasarkan Hasil Evaluasi dan Aturan Kepegawaian 26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat Kadinkes Rustam: Kualitas Udara Tanjungpinang Masih Sedang, Kelompok Rentan Perlu Hati-hati

Batam

Batam Heboh! 300 Pohon Jati Emas Ditebas, Pelaku Diamankan di Hutan Duriangkang

badge-check


					Batam Heboh! 300 Pohon Jati Emas Ditebas, Pelaku Diamankan di Hutan Duriangkang Perbesar

Maklumatkepri.com. Batam-Malam di Jalan Jenderal Sudirman, Batam, biasanya identik dengan deretan lampu kendaraan yang melintas tenang di antara pepohonan hijau yang menjadi wajah kota industri itu namun beberapa hari lalu, suasana berbeda terlihat di sepanjang jalan protokol tersebut.

Satu per satu pohon jati emas tumbang, sebagian patah, sebagian lagi roboh ke tanah dengan batang penuh bekas tebasan tajam, pemandangan itu sontak mengundang perhatian warga. Foto dan video pohon-pohon rusak cepat menyebar di media sosial sehingga Banyak masyarakat bertanya-tanya, siapa yang tega merusak pepohonan yang selama ini menjadi peneduh dan penghias jalan utama Kota Batam.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri melalui Subdit III Jatanras pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kerusakan yang membentang dari kawasan Tugu Kapal Legenda Malaka hingga sekitar gardu PLN di seberang Perumahan Cendana, Kecamatan Batam Kota.

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan fakta mengejutkan, kerusakan tersebut bukan akibat cuaca ataupun faktor alam, melainkan dilakukan secara sengaja, bekas tebasan senjata tajam terlihat jelas di batang-batang pohon jati emas yang tumbang.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial T.N. Polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pada Selasa, 5 Mei 2026 sore di kawasan Hutan Duriangkang atau yang dikenal masyarakat sebagai Rindu Malam. penangkapan terduga tanpa perlawanan, pria tersebut mengakui perbuatannya. Dengan sebilah parang bergagang hitam bersarung putih, ia menebas batang pohon satu demi satu pada malam hari hingga patah dan tumbang.

Diperkirakan sekitar 300 batang pohon jati emas mengalami kerusakan akibat aksi tersebut, di balik peristiwa yang sempat memicu kemarahan publik itu, tersimpan kisah sosial yang cukup memprihatinkan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, aksi tersebut dilakukan secara spontan ketika pelaku berjalan mencari barang rongsokan di sekitar lokasi kejadian karena tekanan ekonomi dan persoalan kehidupan pribadi disebut menjadi pemicu luapan emosi yang kemudian dilampiaskan kepada pepohonan di sepanjang jalan protokol Batam itu.

Alih-alih hanya melihat perkara ini dari sisi pidana semata, Polda Kepri memilih pendekatan yang lebih manusiawi dengan mempertimbangkan kondisi sosial terduga pelaku, kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam untuk penanganan lanjutan.

Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa penegakan hukum tidak selalu berhenti pada proses penahanan, tetapi juga membuka ruang pendampingan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pembinaan.

Dalam kegiatan penanganan perkara tersebut turut hadir Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, Wadirreskrimum Polda Kepri AKBP Robby Topan Manusiwa, Kasubdit III Ditreskrimum Kompol Indar Wahyu Dwi Septiawan, perwakilan BP Batam, serta Dinas Sosial Kota Batam.

Kabid Humas Polda Kepri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan lingkungan kota.

Menurutnya, pohon-pohon di jalan protokol bukan sekadar penghias kota, melainkan bagian penting dari ruang hidup masyarakat Batam yang harus dijaga bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah kota bukan hanya dibangun dengan gedung dan jalan raya, tetapi juga dengan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia.

Di tengah kerasnya tekanan hidup perkotaan, perhatian sosial menjadi sama pentingnya dengan penegakan aturan dan di antara batang-batang jati emas yang tumbang itu, Batam kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara ketertiban, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap ruang hidup bersama. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Batam Innovation Award 2026, Amsakar: Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat

10 September 2026 - 21:31 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

10 September 2026 - 20:07 WIB

Batam Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi, Amsakar Terima Penghargaan

10 September 2026 - 09:01 WIB

https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

9 September 2026 - 15:40 WIB

Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Mulai 10 September, Warga Diminta Gunakan Rute Alternatif

8 September 2026 - 18:19 WIB

Trending di Batam