Menu

Mode Gelap
Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Enam Murid MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Ikuti OMI Tahun 2026 HAORNAS 2026: DARI SEREMONI MENUJU SISTEM PEMBINAAN ATLET ISIM Audiensi dengan Kemenpora RI, Dorong Kolaborasi Penguatan Karakter Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur https://faktabatamnews.com/2026/kepri/batam/memperkuat-perlindungan-konsumen-komisi-ii-dprd-kepri-lakukan-kunjungan-kerja-dan-dukung-penuh-program-bpsk-kota-batam/

Regional

Ekonomi Syariah Jambi Bersiap Naik Kelas, Dr. Rafidah Siap Kawal UMKM dan Industri Halal

badge-check


					Ekonomi Syariah Jambi Bersiap Naik Kelas, Dr. Rafidah Siap Kawal UMKM dan Industri Halal Perbesar

Maklumatkepri.com. JAMBI – Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan usaha yang semakin ketat, Provinsi Jambi kini menatap peluang baru melalui penguatan ekonomi syariah. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Provinsi Jambi periode 2026–2031 yang dipimpin oleh Dr. Rafidah, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (3/6/2026).

Kehadiran kepengurusan baru IAEI Jambi dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan sektor ekonomi syariah yang selama ini diyakini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM, industri halal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Sekretaris Jenderal IAEI Pusat Sutan Emir Hidayat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Mahbud Dariyanto, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Kepala OJK Provinsi Jambi, serta berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPW IAEI Jambi periode 2026–2031, Dr. Rafidah, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar konsep ekonomi berbasis agama, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan.

Menurutnya, Jambi memiliki modal besar untuk menjadi salah satu daerah yang unggul dalam pengembangan ekonomi syariah. Selain didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, Jambi juga memiliki ribuan pelaku UMKM yang dapat berkembang lebih cepat melalui sistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Bank Indonesia, OJK, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah di daerah. Potensi Jambi sangat besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rafidah.

Ia menegaskan, fokus utama IAEI Jambi lima tahun ke depan adalah memperkuat literasi ekonomi syariah, mendampingi pelaku UMKM, memperluas industri halal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Menurut Rafidah, sektor UMKM dan usaha berbasis komunitas menjadi perhatian utama karena terbukti menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Melalui berbagai program edukasi dan pendampingan, IAEI Jambi ingin memastikan pelaku usaha lokal mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Rafidah juga menyambut positif dukungan Gubernur Jambi terhadap pengembangan ekonomi syariah. Ia menilai sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor keuangan menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kokoh.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Gubernur agar IAEI hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memberikan solusi atas berbagai tantangan ekonomi masyarakat. Ke depan, kami ingin menghadirkan program yang konkret, terukur, dan memberikan dampak langsung,” katanya.

Di tengah transformasi ekonomi digital dan perubahan pola bisnis global, ekonomi syariah dinilai semakin relevan karena menawarkan prinsip transparansi, etika, dan keadilan yang dibutuhkan masyarakat modern.

Melalui kepengurusan baru ini, IAEI Jambi diharapkan tidak hanya menjadi wadah para ahli ekonomi Islam, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya inovasi, riset, dan kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat di Provinsi Jambi. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah,” pungkas Rafidah.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, IAEI Jambi membawa harapan baru agar ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai sektor keuangan, tetapi juga menjadi jalan bagi lahirnya lebih banyak usaha produktif, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Santriwati Pondok Pesantren di Sleman Jadi Korban Pemerkosaan Kiainya, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas

9 September 2026 - 22:43 WIB

Musda Perisai Demokrasi Bangsa Kota Jambi resmi di gelar, Terapkan One Man One Vote, M Zein Albi Anwar Firdaus Terpilih sebagai Formateur

9 September 2026 - 17:06 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Trending di Regional