Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Tanjungpinang

56 Calon Paskibraka Dibekali Revolusi Mental, Wawako Raja Ariza: Kecerdasan Harus Sejalan dengan Karakter

badge-check


					56 Calon Paskibraka Dibekali Revolusi Mental, Wawako Raja Ariza: Kecerdasan Harus Sejalan dengan Karakter Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga harus mampu mengendalikan emosi, menjaga perilaku dan memiliki karakter. Kemampuan tersebut menjadi bekal menghadapi perubahan teknologi dan kehidupan yang bergerak semakin cepat.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza saat memberikan pembekalan bertema “Revolusi Mental bagi Generasi Muda” kepada 56 calon Paskibraka Kota Tanjungpinang 2026 di Hotel Alltrue Tanjungpinang, Kamis (13/8) malam.

Raja Ariza mengatakan kecerdasan intelektual dan emosional harus berjalan seimbang. Persiapan generasi muda tidak hanya soal kemampuan berpikir, tetapi juga menyangkut sikap, tingkah laku, adab, tata krama dan tanggung jawab.

“Generasi kita tidak bisa hanya pintar. Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional harus selaras,” katanya.

Revolusi mental, kata Ariza, bukan sekadar perubahan cara berpikir, tetapi harus terlihat dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Kata-kata yang disampaikan juga harus sejalan dengan perbuatan.

“Yang paling penting membekali generasi muda itu memiliki kecerdasan dan emosi yang seimbang. Kata-kata harus sejalan dengan tindakan,” ujarnya.

Hal tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi. Menurut Raja Ariza, berbagai kemudahan digital membuat banyak hal berada dalam kendali jari, sehingga generasi muda harus mampu mengendalikan diri dan menyaring berbagai pengaruh yang datang.

“Teknologi memang membawa kemajuan, tetapi bisa berdampak negatif kalau kita tidak memiliki koridor dalam bertingkah laku. Agama itu menjadi kekuatan bagi kita,” ucapnya.

Saat ini, generasi muda menghadapi budaya serba instan, ketergantungan pada validasi, hoaks dan rendahnya kemampuan berpikir kritis. Karena itu, karakter harus berjalan bersama kecerdasan agar teknologi tidak justru membawa pengaruh buruk.

Integritas, etos kerja dan gotong royong menjadi nilai yang perlu dibangun dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut kemudian harus menjadi sikap dan kebiasaan.

Generasi muda juga perlu memiliki mental progresif, bukan hanya menunggu peluang. Mereka harus berani mencoba, tidak takut gagal, mampu menciptakan solusi dan terbuka untuk berkolaborasi.

“Jangan menunggu peluang, tetapi carilah peluang. Jangan takut gagal,” pesannya.

Raja Ariza berharap 56 calon Paskibraka dapat menjadi bagian dari generasi yang terus belajar, disiplin, berkarya dan membawa perubahan. Masa depan Indonesia, menurutnya, tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar, tetapi juga memiliki integritas dan karakter.

“Perubahan besar dimulai dari diri sendiri. Jangan berhenti belajar dan teruslah berbuat kebaikan,” ujar Raja Ariza.

Sumber: MC TPI
Editor   : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel

8 September 2026 - 20:55 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

8 September 2026 - 20:50 WIB

DPK Tanjungpinang Kerahkan Dua Armada Padamkan Kebakaran Kamar Hotel Laut Jaya

8 September 2026 - 20:33 WIB

Museum SSBA Siapkan Pameran Temporer dan Heritage Run 5K, Kenalkan Sejarah dan Budaya Tanjungpinang

8 September 2026 - 20:26 WIB

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar

8 September 2026 - 20:12 WIB

Trending di Tanjungpinang