Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Tanjungpinang

Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di GPM DPPP Tanjungpinang

badge-check


					Beras SPHP dan Minyak Goreng Jadi Buruan Warga di GPM DPPP Tanjungpinang Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Beras SPHP dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang di halaman Kantor Dishub Sei Carang, Bintan Center, Kamis (20/8/2026). Sejumlah kebutuhan pokok dijual 10-15 persen di bawah harga pasar.

Kepala DPPP Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat (21/8), bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 RI. Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Jadi selain membantu meringankan beban masyarakat, kita juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia,” kata Robert.

Sejumlah komoditas yang paling banyak diminati masyarakat dalam GPM yakni beras SPHP, telur, cabai, gula pasir dan minyak goreng. Komoditas tersebut dijual sekitar 10-15 persen di bawah harga pasar.

“Lima komoditas inilah yang ramai peminatnya, yang selalu dibeli masyarakat,” ujar Robert.

Robert menyebut jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika permintaan meningkat, stok akan ditambah.

Untuk stoknya, Bulog menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng. Sementara cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.

“Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, Gerai Pangan, telur ras dan Adibapok,” tambahnya.

Menurut Robert, pelaksanaan GPM pada pertengahan bulan tetap diperlukan sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi. Namun, kenaikan inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh harga bahan pangan.

“Kalau secara umum, ketahanan pangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan inflasi pada bulan terakhir Juni-Juli. Dari rilis BPS, yang cukup tinggi itu transportasi dan perhiasan, sementara bahan pokok masih stabil,” sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq menyampaikan Bulog ikut berpartisipasi dalam GPM dengan menyediakan beras SPHP sebanyak satu ton dan minyak goreng 600 liter.

Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu, lebih rendah dari HET Rp65 ribu. Sementara minyak goreng dijual Rp15 ribu, dari HET Rp15.700.

“Yang pasti kita jual beras dan minyak di bawah HET. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Kita lihat kondisinya, kalau animo masyarakat meningkat, nanti kita tambah lagi stok untuk kebutuhan,” kata Arief. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel

8 September 2026 - 20:55 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

8 September 2026 - 20:50 WIB

DPK Tanjungpinang Kerahkan Dua Armada Padamkan Kebakaran Kamar Hotel Laut Jaya

8 September 2026 - 20:33 WIB

Museum SSBA Siapkan Pameran Temporer dan Heritage Run 5K, Kenalkan Sejarah dan Budaya Tanjungpinang

8 September 2026 - 20:26 WIB

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar

8 September 2026 - 20:12 WIB

Trending di Tanjungpinang