Maklumatkepri.com. Banda Aceh-Penunjukan ini dilakukan seiring dengan izin yang diberikan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, untuk menjalani pengobatan di Singapura.
Kebijakan ini berlandaskan pada surat resmi Kemendagri terkait pelaksanaan tugas pemerintahan di Aceh selama masa perawatan sang gubernur.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Mualem akan bertolak ke Singapura guna mendapatkan perawatan medis, meski rincian mengenai jadwal dan jenis tindakan kesehatan tersebut belum dirilis secara formal oleh pihak terkait.
Kehadiran Fadhlullah sebagai Plh Gubernur bertujuan untuk memastikan roda pemerintahan di Tanah Rencong tetap berdenyut stabil selama masa pengobatan Mualem. Dek Fadh diharapkan mampu mengawal berbagai program strategis, pelaksanaan pembangunan, serta pelayanan masyarakat agar tetap berjalan optimal sesuai koridor hukum yang ada.
Langkah ini juga menjadi solusi administratif penting untuk menghindari terjadinya kekosongan kepemimpinan selama Mualem berhalangan menjalankan tugas kedinasan. Di sisi lain, masyarakat Aceh terus memanjatkan doa terbaik demi kesembuhan Mualem agar beliau dapat segera kembali menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
Selama masa transisi ini, koordinasi intensif antara Plh Gubernur dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi prioritas utama guna menjamin efektivitas birokrasi. Dengan penugasan ini, kepemimpinan Aceh akan berada di bawah kendali Fadhlullah hingga Muzakir Manaf dinyatakan pulih dan siap kembali bertugas.












