Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Jatim

Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS

badge-check


					Usai Santap MBG Ratusan Santri Ponpes di Sidoarjo Dilarikan ke RS Perbesar

Maklumatkepri.com. Sidoarjo-Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu MBG untuk jatah makan siang. Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, sejumlah santri mulai merasakan keluhan kesehatan tak lama setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan. Gejala tersebut kemudian dirasakan semakin banyak santri.

Setelah melaksanakan Salat Zuhur, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka. Keluhan dilaporkan kian meluas saat memasuki waktu Salat Asar.

Memasuki waktu Salat Magrib, kondisi para santri kian memburuk sehingga harus dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan data sementara yang diterima, sedikitnya 120 santri telah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar Sidoarjo, demikian dilansir timesindonesia.co.id, Selasa, 1 September 2026 malam.

Jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses evakuasi dan pendataan terus berlangsung.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Armada tersebut dikerahkan untuk mengevakuasi para santri yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Sementara itu, puluhan orang tua dan wali santri berkumpul di luar gerbang pesantren. Mereka cemas menanti informasi pasti mengenai kondisi anak-anak mereka yang telah dievakuasi ke rumah sakit.

SPPG Kalitengah

Makanan yang dikonsumsi para santri tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal yang dialami para santri belum diketahui.

Pihak terkait masih berfokus pada penanganan medis, pendataan korban, serta penelusuran laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Remaja Masjid Al Azhar Blang Seunibong Sukses Melakukan Kegiatan Sosial dan Keagamaan melalui Peran Generasi Muda

1 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di Aceh