Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang 3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

Dunia

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

badge-check


					Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang Perbesar

Maklumatkepri.com. Washington-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya berbeda pandangan dengan wakilnya, JD Vance, soal konflik dengan Iran. Trump menyebut konflik tersebut sebagai perang, sementara Vance sebaliknya.

Vance pada Kamis (4/9/2026) mengatakan, situasi di sekitar Iran bukan perang karena tidak ada aksi militer aktif. Serangan yang terjadi pun, seperti pada 30 Agustus dan 2 September pun bersifat sporadis, bukan berkelanjutan.

Namun Trump punya pandangan lain dengan menegaskan AS masih terlibat perang aktif melawan Iran.

Dia lalu menyalahkan Partai Demokrat yang menginginkan perang disudahi sebelum waktunya.

“Kaum kiri radikal gila, Demokrat, dan komunis lebih memilih kita kalah dalam perang di Iran, ketimbang Presiden Donald J Trump memenangkan perang,” tulis Trump, di akun Truth Social.

Militer AS pada Rabu lalu melancarkan serangkaian serangan besar-besaran terbaru terhadap beberapa target Iran di Selat Hormuz.

Komando Pusat (Centcom) AS menyatakan, serangan tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi. Namun salah satu serangan menargetkan sebuah rumah yang menggelar pesta pernikahan.

Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah, yakni Yordania, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Irak. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

24 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Amsakar Minta Camat dan Lurah Aktif Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Warga

17 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Cek Syaratnya

15 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru di Kabinet Merah Putih

15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Trending di Nasional