MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Tanjungpinang

Indomaret Peluang Produk Lokal Go Nasional

badge-check


					Indomaret Peluang Produk Lokal Go Nasional Perbesar

Tanjungpinang—Kehadiran ritel Indomaret di Tanjungpinang dinilai sebagai suatu kesempatan, dan cara yang paling cepat bagi pelaku IKM dan UMKM untuk naik kelas. Dengan kapasitas ritel modern nasional, produk IKM di Tanjungpinang dapat go nasional.

Menurut pengamat ekonomi dari kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang Dr. Satriadi, S. AP., M.Sc., kehadiran ritel Indomaret juga menjadi pendobrak pola pemenuhan kebutuhan masyarakat, sekaligus kualitas pelayanan dan standarisasi toko modern lainnya. Jika dikelola dan diawasi dengan baik, secara umum Satriadi memandang banyak kemanfaatan hadirnya Indomaret di Tanjungpinang.

“Yang jelas ritel tersebut mampu menjadi salah satu roda penggerak perekonomian, dan pendapatan asli daerah Tanjungpinang. Sekaligus akan ikut membangun standar, SOP pelayanan konsumen, dan manajemen keuangan yang dapat ditiru oleh peritel lokal,” kata Satriadi usai mengikuti dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, (Selasa 5/5).

Dengan persyaratan khusus seperti yang telah disampaikan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, S.H., Indomaret wajib merekrut tenaga kerja tempatan, dan menampung produk IKM lokal pada gerai-gerai secara nasional, Satriadi menepis kekhawatiran bahwa kehadiran ritel nasional akan mematikan usaha kecil di sekitarnya. Hal yang mungkin terjadi di daerah lain, ucapnya, terjadi karena kurang kuatnya regulasi dan pengawasan terhadap operasional ritel berskala nasional.

Untuk menjamin keberlangsungan ritel sejalan dengan UMKM, tanpa harus saling mematikan, Satriadi menekankan pentingnya peran Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai regulator, fasilitator, dan mediator. Jika tidak diawasi dengan baik, penyerapan tenaga kerja lokal dan produk IKM pada gerai ritel dikhawatirkan tidak terlaksana sebagaimana yang diharapkan wali kota.

“Kehadiran Indomaret akan mengubah pola konsumsi masyarakat. Selanjutnya tugas pemerintah untuk menjamin agar usaha kelontong, pasar tradisional, dan UMKM dapat sejalan dengan ritel-ritel modern. Kehadiran Indomaret dan ritel berskala nasional merupakan peluang. Anak-anak tempatan kita, harus memanfaatkan kesempatan ini. Terlebih wali kota telah menekankan hal tersebut sebagai salah satu syarat mutlak. Yang selanjutnya harus dilakukan pemerintah kota adalah pengawasan terhadap ketentuan tersebut,” ungkap Satriadi


Sumber: Diskominfo TPI
Editor: AKM
Redaksi: El

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Trending di Tanjungpinang