Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

HAM

Wilson Lalengke Serukan Konsolidasi Global Perkuat Perlindungan HAM

badge-check


					Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang juga merupakan Petisioner PBB 2025. (Foto: Dok. Wilson Lalengke) Perbesar

Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang juga merupakan Petisioner PBB 2025. (Foto: Dok. Wilson Lalengke)

Maklumatkepri.com. Jakarta-Aktivis HAM internasional asal Indonesia Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., menyerukan penghentian persekusi dan kekerasan terhadap manusia di berbagai wilayah konflik. Seruan tersebut disampaikan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Wilson menilai perlindungan terhadap martabat dan keselamatan manusia merupakan tanggung jawab bersama tanpa membedakan agama, kebangsaan, status sosial, maupun identitas.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban melindungi seluruh masyarakat di wilayahnya serta memastikan aparat tidak terlibat dalam tindakan yang mengancam keselamatan warga.

Wilson juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran lebih aktif dalam merespons berbagai konflik dan krisis kemanusiaan di sejumlah negara.

“PBB harus menjalankan peran sebagai mediator netral dalam memadamkan konflik, baik konflik antarnegara maupun pertikaian internal,” ujar Wilson.

Ia menyerukan konsolidasi negara-negara maju untuk memperkuat upaya meredam konflik dan menempatkan perlindungan masyarakat sipil di atas kepentingan geopolitik.

Wilson menegaskan penghormatan terhadap HAM harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan dan upaya penyelesaian konflik.

“Kita harus melangkah bersama melalui tindakan nyata untuk menyelamatkan jiwa, merawat perdamaian, dan memulihkan martabat kemanusiaan,” tegasnya.

Wilson berharap advokasi hukum, diplomasi, dan kerja sama internasional diperkuat untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak.

Petisioner PBB tahun 2025 ini menegaskan bahwa dunia tidak boleh berdiam diri saat kezaliman dan pembantaian fisik maupun spiritual terus berlangsung. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Puspom Amankan 4 Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraSRizky Adha Mahendra

19 Maret 2026 - 05:03 WIB

PC PMII KOTA BATAM Kecam Teror air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas

14 Maret 2026 - 23:01 WIB

PB HMI MPO Desak Pengusutan Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

14 Maret 2026 - 22:53 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast, Ini Reaksi Menteri Yusril dan Kompolnas

14 Maret 2026 - 01:25 WIB

Trending di HAM