Menu

Mode Gelap
Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu DPK Tanjungpinang Kerahkan Dua Armada Padamkan Kebakaran Kamar Hotel Laut Jaya

Aceh

Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak

badge-check


					Temu Ramah Raja adat Peureulak dengan Tokoh Masyarakat Peureulak Perbesar

Raja adat Peureulak: segera kita bentuk desa adat binaan

Maklumatkepri.com. Peureulak- Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menggelar temu ramah bersama para tokoh masyarakat Peureulak sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan unsur masyarakat, adat, dan para sesepuh Peureulak.

Pertemuan tersebut dihadiri para mukim, tokoh adat, mantan Panglima GAM, serta sejumlah sesepuh Peureulak. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membahas upaya pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Raja Adat Peureulak, Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, hadir didampingi Wazirul Mal Kesultanan Peureulak, Teuku Muhammad Redha Al Khalidi, SH.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, pertemuan membahas berbagai hal terkait pelestarian adat, sejarah, serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Peureulak.

Salah satu agenda yang disampaikan adalah rencana membentuk dan melestarikan desa adat sesuai dengan program Majelis Adat Aceh (MAA). Program tersebut nantinya akan dibina di bawah Yayasan Sultan Muhammad Aminsyah dan direncanakan mulai menjalankan berbagai program pada tahun ini.

Program desa adat tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya masyarakat Peureulak, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dr. Teuku Muhammad Nurdin (Tgk Popon), M.EI, menyampaikan bahwa pelestarian adat tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga bagaimana nilai-nilai adat dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Pelestarian adat harus dilakukan secara nyata dan melibatkan masyarakat. Kita ingin nilai-nilai adat dan sejarah Peureulak tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Tgk Popon.

Ia berharap rencana pembentukan desa adat tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga adat, sejarah, dan kebudayaan Peureulak, sekaligus mendukung program-program pelestarian adat yang dikembangkan oleh MAA.

Temu ramah tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Para tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan dukungan terhadap upaya menjaga silaturahmi, persatuan, serta pelestarian adat dan sejarah Peureulak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PRIMA DMI Kota Langsa Gelar PKRM 2026 dan Malam Penganugerahan PRIMA DMI Award

8 September 2026 - 07:49 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

6 September 2026 - 16:02 WIB

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Pemko Langsa Peringati Hari Pendidikan Daerah ke-67, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi

2 September 2026 - 14:06 WIB

Trending di Aceh