Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Internasional

Rudal Kheibar Iran Terobos Iron Dome Israel, Kantor PM Netanyahu Dibombardir

badge-check


					Rudal Kheibar Iran Terobos Iron Dome Israel, Kantor PM Netanyahu Dibombardir Perbesar

MaklumatKepri.com, Tel Aviv-Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membuktikan ancamannya dengan melakukan serangan ke Israel. IRGC menghujani Tel Aviv dengan rudal balistik tercanggihnya, Kheibar Shekan yang mampu menembus pertahanan Israel, Iron Dome.

IRGC menyebut aksi itu bagian dari ‘gelombang kesepuluh’ serangan balasan terhadap Israel.

Mengutip dari Economic Times, Selasa, (3/3/3036), IRGC menyebut rudal tersebut menargetkan kompleks pemerintahan Israel, termasuk kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv. Selain itu, lokasi yang disasar IRGC juga merupakan komando Angkatan Udara Israel.

IRGC menyatakan serangan itu merupakan serangan yang ditargetkan dan mengejutkan. Serangan itu respons balasan atas operasi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap target-target di Iran beberapa hari sebelumnya.

Namun hingga kini, pemerintah Israel belum mengonfirmasi adanya kerusakan pada kantor Perdana Menteri Netanyahu. Tidak ada verifikasi independen mengenai sejauh mana dampak serangan yang diklaim oleh Teheran tersebut.

Iran kembali menempatkan rudal balistik Kheibar yang juga dikenal sebagai Khorramshahr 4. Rudal ini diperkenalkan Iran pada 2023 dan dikategorikan sebagai rudal balistik jarak menengah (MRBM).

Teheran menyebut Kheibar memiliki daya jelajah hingga 2. 000 kilometer dan dirancang untuk membawa hulu ledak berat serta menembus sistem pertahanan udara.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut penggunaan Kheibar dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan militernya menghadapi sistem pertahanan Israel.

Pasca serangan AS-Israel, Iran terus meningkatkan gelombang serangan balasan. Gelombang rudal dan drone dikirim ke Israel serta infrastruktur militer AS di sejumlah negara Teluk.
Serangan balasan Iran dilaporkan berdampak langsung di wilayah Israel, termasuk Tel Aviv. Layanan darurat nasional Israel menyebut setidaknya satu serangan menghantam wilayah kota dan menewaskan seorang warga sipil serta melukai puluhan lainnya.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara Iron Dome telah mencegat sebagian besar proyektil. Namun, beberapa rudal dilaporkan berhasil menembus Iron Dome dan menyebabkan kerusakan.

Situasi ini memperluas konflik yang sebelumnya berlangsung terbatas menjadi krisis regional yang lebih luas. Serangan lintas batas, peluncuran drone, dan penggunaan rudal jarak menengah menandai peningkatan signifikan dalam intensitas dan jangkauan operasi militer kedua negara.

Pengamat menilai klaim Iran yang secara eksplisit menyebut kantor Netanyahu sebagai target memiliki dampak simbolik besar. Meski belum ada bukti kerusakan nyata pada fasilitas tersebut.

Retorika dan aksi militer yang meningkat diprediksi berisiko memicu respons lebih keras dari Israel.

Hingga kini, belum ada indikasi meredanya ketegangan. Kedua pihak sama-sama menyatakan kesiapan untuk melanjutkan serangan militer jika dianggap perlu.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:41 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di Internasional