Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Opini

Bedah Buku “Semua Bisa Kaya” di Kurma 2026, Buku Karya Marviarum Kupas Makna Kaya Menurut Islam

badge-check


					Bedah Buku “Semua Bisa Kaya” di Kurma 2026, Buku Karya Marviarum Kupas Makna Kaya Menurut Islam Perbesar

MaklumatKepri.com -Ratusan pengunjung memadati sesi bedah buku “Semua Bisa Kaya” karya Marviarum Eka Ramdiati dalam rangkaian Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 di One Batam Mall, Jumat (6/3/2026) sore.

Buku tersebut mengajak pembaca memahami makna kaya dari sudut pandang Islam, bukan semata tentang banyaknya harta, tetapi tentang rasa cukup, ketenangan hidup, serta keberkahan yang diperoleh melalui pengelolaan keuangan secara syariah.

Dalam pemaparannya, Marviarum menjelaskan bahwa judul “Semua Bisa Kaya” dipilih bukan sekadar menggambarkan kekayaan materi seperti rumah mewah, mobil mahal, atau harta melimpah. Menurutnya, dalam perspektif Islam, makna kaya memiliki dimensi yang lebih luas.

“Dalam Islam, kaya itu bukan berarti memiliki segalanya secara materi. Kaya adalah ketika seseorang merasa cukup, hidup dengan tenang, dan mendapatkan keberkahan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Marviarum menuturkan, buku tersebut ia selesaikan pada masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas banyak dilakukan dari rumah sehingga memberinya waktu lebih untuk menulis. Proses penerbitannya pun tidak mudah, termasuk saat meluncurkannya di Gramedia Matraman.

Ia juga mengungkapkan bahwa memilih judul buku menjadi tantangan tersendiri. Judul tersebut harus mampu menarik perhatian berbagai kalangan sekaligus mencerminkan isi buku yang membahas pengelolaan keuangan secara syariah.

“Hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebutkan bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah banyaknya harta, melainkan rasa cukup. Itulah yang menjadi inti pembahasan di buku ini,” jelasnya.

Marviarum sendiri merupakan lulusan manajemen dari Universitas Indonesia. Saat ini ia aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai Sekretaris Badan Otonom BPP HIPMI Syariah, Ketua UPZ Baznas HIPMI, serta bagian dari Departemen Keuangan Syariah Bidang II BPP HIPMI. Ia juga tercatat sebagai Duta Literasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Sebelumnya, ia telah menulis sejumlah buku, di antaranya 27 Jurus Mapan Finansial (2019) dan Smart Mom’s Financial Stories (2019).

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, menilai judul buku tersebut sangat menarik dan mampu memancing rasa ingin tahu pembaca.

“Dari judulnya saja sudah menarik. Siapa yang tidak mau kaya,” ujarnya.

Menurut Ardhienus, buku tersebut menyampaikan pesan bahwa menjadi kaya tidak harus berasal dari warisan atau latar belakang tertentu. Setiap orang memiliki peluang yang sama selama mampu mengelola keuangan dengan baik, termasuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Ia berharap kegiatan literasi seperti ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, sehingga di masa depan mereka dapat hidup lebih tenang, terutama saat memasuki usia tua.

“Literasi keuangan yang baik sangat penting. Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat bisa memiliki perencanaan keuangan yang lebih sehat,” katanya.

Kegiatan bedah buku ini juga dihadiri Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Adik Afrinaldi, serta menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar?

8 September 2026 - 22:07 WIB

KETEGASAN YANG TIDAK MEMBUAT LUKA

8 September 2026 - 20:19 WIB

Menenun Nalar di Tepi Arus Pragmatisme

7 September 2026 - 00:32 WIB

Reorientasi Budaya Islam Sebagai Kompas Transendental Generasi Engké

6 September 2026 - 23:53 WIB

Muhasabah Seorang Kader HMI di Tengah Diaspora Kekuasaan

6 September 2026 - 23:44 WIB

Trending di Opini