Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Internasional

Indonesia Tangguhkan Partisipasi dalam Board of Peace di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran

badge-check


					Indonesia Tangguhkan Partisipasi dalam Board of Peace di Tengah Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran Perbesar

MaklumatKepri.com, Jakarta-Pemerintah Indonesia memutuskan menangguhkan seluruh pembahasan terkait partisipasi dalam inisiatif Board of Peace, sebuah forum yang digagas Presiden Amerika Serikat.

Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah setelah serangan terhadap Iran yang memicu kekhawatiran global.

Menteri Luar Negeri Indonesia, , menyatakan bahwa langkah penangguhan dilakukan karena perkembangan situasi keamanan di kawasan yang memengaruhi prioritas diplomasi negara-negara yang terlibat dalam inisiatif tersebut. Menurutnya, perhatian komunitas internasional saat ini lebih terfokus pada dampak konflik yang melibatkan Iran.

Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan konsultasi intensif dengan sejumlah mitra di kawasan Teluk yang terdampak langsung oleh meningkatnya ketegangan dan serangan militer yang terjadi. Dialog tersebut dinilai penting untuk memetakan situasi keamanan regional sekaligus menentukan langkah diplomasi yang tepat ke depan.

Di dalam negeri, rencana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sebelumnya menuai kritik dari berbagai kelompok politik dan organisasi keagamaan. Mereka menilai bahwa bergabung dalam forum yang diprakarsai oleh pemerintahan berpotensi melemahkan posisi tradisional Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam konteks yang sama, (MUI) juga mendesak pemerintah untuk segera menarik diri dari inisiatif tersebut. MUI berpendapat bahwa forum tersebut dinilai tidak efektif, terutama di tengah berlanjutnya operasi militer dan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keputusan penangguhan ini bersifat sementara sambil memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan. Jakarta juga menekankan komitmennya untuk terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan menjaga stabilitas regional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

9 September 2026 - 01:26 WIB

PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Batam Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

8 September 2026 - 12:30 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, DPP Gemura Ajak Anak Muda Ambil Peran dalam Pembangunan Nasional

7 September 2026 - 17:44 WIB

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Eks Stafsus Gus Yaqut Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta 3.000 Riyal, KPK Siap Telusuri

7 September 2026 - 08:11 WIB

Trending di Hukrim