Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Internasional

Babak Belur Berperang dengan Iran, Elit Gedung Putih Desak Trump Segera Hentikan Perang

badge-check


					Babak Belur Berperang dengan Iran, Elit Gedung Putih Desak Trump Segera Hentikan Perang Perbesar

MaklumatKepri.Com.Taheran, Tekanan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera mengakhiri perang melawan Iran semakin menguat. Sejumlah elit di Gedung Putih dilaporkan mulai khawatir konflik berkepanjangan justru membawa kerugian strategis, ekonomi, dan politik bagi Washington.

Perpecahan internal di lingkaran kekuasaan terlihat jelas. Sejumlah penasihat senior mendesak agar operasi militer dibatasi dan segera diakhiri, sementara kelompok garis keras tetap mendorong tekanan militer terhadap Teheran. Sumber internal menyebut terjadi “tarik-menarik” serius dalam menentukan arah kebijakan perang.

Di sisi lain, dampak perang mulai terasa luas. Harga energi melonjak tajam akibat terganggunya jalur vital Selat Hormuz, sementara pasar global bergejolak. Tim ekonomi Gedung Putih memperingatkan bahwa lonjakan harga bahan bakar bisa berdampak langsung pada elektabilitas politik Trump menjelang agenda domestik penting.

Gelombang Kritik dari Dalam Pemerintahan

Ketidakpuasan internal mencapai puncaknya setelah pengunduran diri pejabat tinggi kontra-terorisme AS, Joe Kent. Ia secara terbuka menolak perang tersebut, menyatakan bahwa Iran “tidak menimbulkan ancaman langsung” terhadap Amerika Serikat.

Langkah Kent menjadi sinyal kuat adanya keretakan serius dalam pemerintahan. Bahkan, kritik juga datang dari kalangan intelijen dan politisi yang menilai dasar perang tidak cukup kuat secara hukum maupun strategis.

Korban Jiwa dan Dampak Kemanusiaan

Konflik yang dimulai sejak akhir Februari 2026 ini telah menelan korban besar. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah, termasuk Iran, Lebanon, Israel, dan Pangkalan AS di teluk. Situasi kemanusiaan juga memburuk dengan meningkatnya jumlah pengungsi dan ancaman krisis pangan.

Serangan balasan Iran turut memperluas eskalasi ke kawasan Teluk, meningkatkan risiko perang regional yang lebih besar. Meski serangan udara AS dan sekutunya diklaim menghancurkan sejumlah target militer penting, laporan intelijen menyebut pemerintah Iran justru semakin menguat secara internal.

Trump Bersikukuh, Tapi Mulai Goyah

Di tengah tekanan, Trump menunjukkan sikap yang tidak konsisten. Di satu sisi, ia mengklaim operasi militer hampir selesai dan target utama telah tercapai.

Namun di sisi lain, ia juga sempat mengisyaratkan keraguan dengan menyatakan bahwa Amerika “mungkin tidak perlu berada di sana,” memicu kritik dari berbagai pihak.

Penolakan Iran terhadap permintaan gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat, menandakan belum adanya komitmen kuat untuk menghentikan konflik dalam waktu dekat.

Desakan Menguat

Dengan tekanan politik domestik, gejolak ekonomi, serta minimnya kemajuan strategis di lapangan, suara-suara dari dalam Gedung Putih yang meminta penghentian perang semakin lantang, jika konflik terus berlarut, bukan hanya stabilitas kawasan Timur Tengah yang terancam, tetapi juga posisi politik Trump di dalam negeri bisa ikut terguncang.

Situasi kini berada di titik krusial: antara melanjutkan perang dengan risiko besar, atau mengakhiri konflik yang sejak awal menuai kontroversi di dalam pemerintahannya sendiri.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

9 September 2026 - 01:26 WIB

PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Batam Optimalkan Potensi Ekonomi Daerah

8 September 2026 - 12:30 WIB

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:41 WIB

Belakang Padang Bershalawat Jilid 2, Amsakar Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah

6 September 2026 - 08:34 WIB

Trending di Batam