Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Lampung

Erupsi Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Terasa di Bandar Lampung

badge-check


					Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Perbesar

Abu Vulkanik, Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung

Maklumatkepri.com. Lampung Selatan-Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda dilaporkan mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Diantaranya, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, Minggu, 6/09/2026.

Di Kota Bandar Lampung, abu berwarna kehitaman dilaporkan terlihat di Kemiling, Rajabasa hingga ke Telukbetung Selatan. Abu bahkan ditemukan di lantai rumah warga.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20) mengatakan abu mulai dirasakan sore hari bahkan sudah sangat menggangu saat mengendarai sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Salah satu warga Telukbetung Selatan, Nabil (20), mengatakan abu mulai dirasakan pada sore hari. Kondisi tersebut bahkan cukup mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor.

“Debunya lumayan tebel, perih banget, tadi banyak yang naik motor ngucek-ngucek mata, sebaiknya pakai masker sekarang kalau keluar rumah,” ujar Nabil.

Penampakan tebalnya abu vulkanik di area pemukiman warga

Menurut Nabil, abu vulkanik juga sudah cukup tebal dan menempel di halaman rumah.

“Di teras lantai dua rumah saya aja udah bias disapu, saking tebelnya,” sambung Nabil.

Dia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan masyarakat tetap mendapatkan informasi terkait perkembangan aktivitas GAK.

“Semoga cepat reda, karena kalau begini terus cukup mengganggu aktivitas warga,” harapnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB tersebut diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Fenomena tersebut terpantau dalam erupsi yang masih berlangsung hingga laporan pengamatan dibuat pada Sabtu, 5 September 2026.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laporan yang dikutip dari situs Magma ESDM menyebut erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran. Dengan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gerak Cepat Regional Aceh Tangani Indikasi Alergi pada Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

5 September 2026 - 08:49 WIB

Heboh! Oknum Dosen UIN Raden Intan Lampung Diduga Digerebek Istri Saat Bersama Wanita Lain

5 September 2026 - 06:45 WIB

BPK Temukan Kekurangan Volume Rp625,77 Juta pada Proyek Jaringan Listrik RSUDAM

5 September 2026 - 06:40 WIB

Pemko Padang Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis, Sekolah Dilarang Jual LKS

5 September 2026 - 05:53 WIB

Guru SMK Lamsel Perkuat Strategi Hadapi Tes Kemampuan Akademik

3 September 2026 - 23:43 WIB

Trending di Lampung