Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Stabilitas Harga dan Ekonomi Terus Dijaga

badge-check


					Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Stabilitas Harga dan Ekonomi Terus Dijaga Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang-Pemerintah Kota Tanjungpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara hybrid yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Senin (07/09/2026).

Rakor diikuti Pemko Tanjungpinang dari Ruang Rapat Asisten II Lantai 2 Kantor Wali Kota Tanjungpinang, dengan kehadiran Kepala Bagian Perekonomian Setdako Tanjungpinang, Hamerudin, bersama instansi terkait.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah tidak hanya diminta menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Tito juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mencermati perkembangan sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit dan ikan segar.

Berdasarkan data BPS, inflasi nasional Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara month-to-month (m-to-m), setelah pada Juli mengalami deflasi 0,14 persen. Secara tahunan, inflasi Agustus tercatat 3,19 persen.

Sementara itu, Kota Tanjungpinang mencatat deflasi 0,14 persen pada Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi indikator positif bagi stabilitas harga daerah, namun tetap perlu diikuti dengan pemantauan dan langkah antisipasi terhadap perubahan harga dan pasokan.

Hamerudin mengatakan, arahan Mendagri menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Inflasi memang harus dikendalikan, tetapi pada saat yang sama aktivitas ekonomi masyarakat juga harus tetap berjalan. Ketersediaan barang harus terjaga, distribusi lancar, harga stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat,” ujar Hamerudin.

Ia menegaskan Pemko Tanjungpinang akan terus memperkuat koordinasi antar-OPD dan stakeholder, melakukan pemantauan harga komoditas strategis, menjaga ketersediaan pasokan serta menyiapkan intervensi apabila terjadi tekanan harga.

“Target kita bukan hanya angka inflasi yang terkendali, tetapi bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang wajar, pelaku usaha tetap berjalan dan perputaran ekonomi Tanjungpinang terus bergerak,” pungkasnya.

Pemko Tanjungpinang berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui penguatan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel

8 September 2026 - 20:55 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

8 September 2026 - 20:50 WIB

DPK Tanjungpinang Kerahkan Dua Armada Padamkan Kebakaran Kamar Hotel Laut Jaya

8 September 2026 - 20:33 WIB

Museum SSBA Siapkan Pameran Temporer dan Heritage Run 5K, Kenalkan Sejarah dan Budaya Tanjungpinang

8 September 2026 - 20:26 WIB

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemko Tanjungpinang Gelar Operasi Pasar

8 September 2026 - 20:12 WIB

Trending di Tanjungpinang